20 Lokasi di DIY Resmi Jadi Warisan Geologi, Ini Konsekuensinya
KRJOGJA.COM | 24/04/2021 16:11
20 Lokasi di DIY Resmi Jadi Warisan Geologi, Ini Konsekuensinya
Pohon mati di tengah Kawah Ratu yang berada di jalur pendakian Pasir Reungit, Bogor, 19 April 2015. Kawah termuda di Gunung Salak ini berada di ketinggian 900 mdpl. TEMPO/Frannoto

YOGYA, KRJOGJA.com – Kementrian ESDM menetapkan 20 lokasi di DIY sebagai Warisan Geologi. Kawasan-kawasan ini nantinya wajib dilestarikan dan diharapkan menjadi daya tarik pariwisata alam yang menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.


Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, mengatakan dengan adanya penetapan dari kementrian diharapkan warisan Geologi bisa terselamatkan dan terjaga keberlangsungannya. Di sisi lain menurut dia, penetapan dengan dasar Peraturan Menteri ESDM nomor 1 tahun 2020 tersebut bisa memberikan manfaat untuk ilmu pengetahuan dan pada pengembangan pariwisata sebagai hilirnya.

“Yogyakarta ini unik karena situs geologinya luar biasa. Ada tiga hingga empat perguruan tinggi yang punya jurusan geologi. Bagi lembaga pendidikan bisa langsung memberikan kegiatan lapangan secara langsung. Kedepannya situs yang sudah ditetapkan bisa dimanfaatkan sebesar mungkin sebagai laboratorium alam dan pengembangan geopark kedepannya. Situs geologi tadi yang sudah ditetapkan sebagai warisan bisa dilindungi dan dimanfaatkan dengan seimbang,” ungkapnya dalam konferensi pers di Kepatihan, Rabu (21/4/2021)

Eko menyebut bentang alam di DIY memiliki keunikan di mana situs-situs diyakini terbentuk dengan usia sangat tua yakni 65 juta tahun lalu. Pihaknya sudah memetakan mana lokasi-lokasi yang masuk scoop regional, nasional dan internasional.

“Kami menilai sangat luar biasa, ada sesar Opak yang mengingatkan bagaimana potensi gempa besar selalu ada dan kita harus hati-hati. Ada juga Gumuk Pasir di Parangkusumo yang proses geologinya unik seperti padang pasir, tinggal bagaimana dilestarikan jangan sampai rusak dan hilang,” tandas dia.

Adapun 20 lokasi Warisan Geologi di DIY terdiri dari Puncak Tebing Kaldera Suroloyo, Perbukitan Widosari, Formasi Nanggulan Kalibawang, Goa Kiskendo, Mangan Kliripan, Perbukitan Godean, Batuan Merapi Tua Turgo, Aliran Bakalan, Tebing Breksi, Rayapan Tanah Ngelepan, Lava Bantal Berbah, Batugamping Eosen, Sesar Opak Mengger, Lava Purba Mangunan, Gumuk Pasir Parangtritis, Gunung Ireng Pengok, Gunungapi Nglanggeran, Gunung Genthong Gedangsari, Kali Ngalang dan Gunungapi Purba Siung Batur Wediombo.

Sementara, Bambang Widhyo Sadmo, Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Setda DIY, menyampaikan pihaknya kini bersiap untuk melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kapanewon untuk membahas aturan yang mengikat. Pasalnya kini setelah resmi ditetapkan, kawasan-kawasan tersebut wajib dilindungi.

“Kawasan intinya ini sekarang setelah ditetapkan berarti setara kawasan lindung, jadi bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk melindungi. Perda turunannya nantinya akan merujuk kawasan lindung, cagar budaya dan sabagainya,” tandas dia.

krjogja.com


BERITA TERKAIT