35 Persen Air Sumur di Sleman Tercemar E-Coli
KRJOGJA.COM | 20/02/2019 15:00
35 Persen Air Sumur di Sleman Tercemar E-Coli

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sebanyak 35,36 persen sumur di Kabupaten Sleman terindikasi tercemar bakteri escherichia coli (e-coli). Hal itu dikarenakan jarak antara sumur dengan resapan atau sepiteng terlalu dekat. Untuk mengatasi bakteri, telah dibuatkan ipal komunal.

Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan olahraga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, Yonatan SKM menjelaskan pihaknya telah melakukan pengambilan sampel sumur di beberapa wilayah. Dari 2.253 sumur yang diperiksa, ada sekitar 832 sumur tercemar bakteri e-coli.

 BACA JUGA: Gerebek Gunungan Tutup Sleman Hebat

"Ada sekitar 35,36 persen sumur di Sleman yang tercemar e-coli. Hal itu bisa dikarenakan sepiteng bocor sehingga meresap ke sumur. Air sumur yang tercemar e-coli dapat menyebabkan diare kalau tidak dimasak hingga mendidih," jelas Yonatan.

Sumur yang tercemar e-coli itu juga faktor jarak dengan resapan terlalu dekat. Mengingat sekarang ini sudah padat penduduk dan banyak pembangunan rumah penduduk.

"Akibatnya untuk membuat jarak 10 meter antara sumur dan resapan sangat sulit. Apalagi berada di perumahan atau perkotaan yang jaraknya berdekatan," ungkapnya.

BACA JUGA: Diajak Ngobrol Ga Nyambung, Anggota 'TNI' Disergap

Untuk mengurangi pencemaran bakteri e-coli di masyarakat, telah dibangunkan ipal komunal sehingga masyarakat tidak membuat sepiteng mandiri. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih juga ada penyediaan air minum pedesaan. "Dengan dibangun ipal komunal maupun penyediaan air minum pedesaan, perlindungan terhadap bakteri akan lebih mudah," ucapnya.

Untuk memastikan kondisi sanitasi di Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan sedang melakukan pengamatan risiko kesehatan lingkungan. Hasilnya nanti untuk membuat kebijakan dalam pembangunan sanitasi. "Dari kajian itu akan terlihat, kebijakan apa yang harus dibuat terkait sanitasi," pungkasnya. (Sni)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT