Disdikbud Sragen Tidak Akan Memperbaiki Gedung SDN Patihan 3 yang Ambruk
JOGLOSEMARNEWS.COM | 11/09/2021 12:25
Disdikbud Sragen Tidak Akan Memperbaiki Gedung SDN Patihan 3 yang Ambruk
Ilustrasi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen memastikan tidak akan memperbaiki atau membangun gedung kelas di SDN Patihan 3 di Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo yang mendadak ambrol beberapa hari lalu.

Sebaliknya, semua siswa SDN itu akan segera dipindahkan ke SDN terdekat. Hal itu dilakukan karena bangunan SDN itu sudah tidak layak untuk dipertahankan.

Selain kondisinya yang sudah lawas, jumlah murid di SDN itu yang sangat sedikit membuat dinas lebih memprioritaskan untuk dilakukan penggabungan.

“Sudah kita cek. Setelah kita analisis, muridnya cuma 27. Makanya siswanya nanti langsung dipindahkan ke sekolah lain terdekat,” papar Kepala Disdikbud Sragen, Suwardi, Jumat (10/9/2021).

Suwardi menguraikan jumlah murid sebanyak itu tidak memungkinkan untuk mempertahankan SDN tersebut.

Wacana regrouping atau penggabungan sudah final. Terkait SDN yang akan dituju untuk pemindahan siswa, ia menyebut adalah SDN terdekat yang ada di dekat SDN 3.

“Ya antara SDN 1 dan 2. Nanti dicari mana yang terdekat dan memungkinkan. Ini sudah proses itu,” jelasnya.

Camat Sidoharjo, Susilohono mengatakan untuk SDN tujuan penggabungan, SDN terdekat memang antara SDN 1 atau SDN 2 Patihan.

“Nanti dicarikan yang terdekat. Rencana besok Minggu kita lakukan kerja bakti. Relawan dilibatkan untuk membersihkan puing-puing. Meskipun akan diregrouping perlu dibersihkan puingnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan, bangunan kelas 3 SDN Patihan 3 mendadak ambruk pada Minggu (5/9/2021) siang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun atap ruangan kelas 3 itu hancur rata tanah.

Diduga kuat, ambrolnya bangunan atap terjadi akibat kondisinya yang sudah lapuk.

“Kejadiannya siang hari. Memang kondisi bangunannya sudah lapuk dan lama nggak dipakai. Yang ambruk satu ruangan gedung, kelas 3,” papar Camat Susilohono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (10/2021).

Camat menyampaikan kejadian itu sudah dilaporkan ke Bupati dan dinas terkait. Dari kondisinya, SD tersebut jumlah muridnya memang sedikit dan sudah ada wacana akan diregrouping atau digabung dengan sekolah lain terdekat.


BERITA TERKAIT