Viral Ikan Hiu Pasca Banjir Bandang, Balai Arkeologi Papua Jelaskan Asal-usul Danau Sentani
JUBI.CO.ID | 19/03/2019 16:15
Viral Ikan Hiu Pasca Banjir Bandang, Balai Arkeologi Papua Jelaskan Asal-usul Danau Sentani
Jagat maya dihebohkan penemuan tiga ekor ikan menyerupai hiu pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jayapura pada Sabtu (16/3/2019) lalu. – Jubi/Screencapture

Jayapura, Jubi – Jagat maya dan sejumlah masyarakat di Jayapura, Papua dihebohkan dengan penemuan tiga ekor ikan yang diduga hiu putih pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jayapura pada Sabtu (16/3/2019) lalu. Temuan itu viral hingga menuai beragam tanggapan.

Dalam video yang sama, seorang pria lain mendekat dan memperlihatkan sebuah android, entah menunjukkan penjelasan. Kemudian pada detik 0.18 dia melanjutkan, “Inilah suatu kebesaran Tuhan. Bahwa di atas gunung pun juga ada ikan hiu yang besar, saudara-saudara dimana pun.”
 
BACA JUGA:   

Sejumlah 29 korban telah teridentifikasi

Pria kedua, yang tidak menampakkan wajahnya, lalu mendekat dan video itu berakhir.  Di sekitar mereka, selain tiga ikan, payung, dan air keruh yang mengalir, tampak pemandangan yang tidak biasa,  yaitu beberapa tempat menuerupai tong atau ember merah.
 
Jubi belum berhasil mengkonfirmasi kebenaran informasi dalam video yang beredar di jagat maya itu. Namun, peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, pada masa lalu Danau Sentani merupakan laut yang jauh menjorok ke darat.
 
Pergerakan lapisan bumi di membuat danau itu terpisah dari laut, dan sejumlah ikan laut seperti ikan hiu gergaji terjebak di dalam “kolam” air laut yang nantinya menjadi Danau Sentani itu. Lama-kelamaan, air “kolam” itu semakin tawar, dan “kolam” itu akhirnya menjadi Danau Sentani yang hingga kini berair tawar. Hebatnya, ikan laut yang terjebak di dalam “kolam”, termasuk hiu gergaji, bisa beradaptasi menjadi ikan air tawar dan berkembang biak hingga kini.
 
“Pengangkatan daratan ini terjadi di daerah Yoka hingga Puay, sehingga sekarang ini membentuk perbukitan di sepanjang Yoka hingga Puay,” katanya. “Perbukitan ini yang menutup perairan yang menghubungkan antara laut dengan danau Sentani. Ikan hiu yang  terperangkap dalam danau sentani kemudian berkembang menjadi ikan hiu air tawar,” lanjutnya.
 
Baca selengkapnya di JUBI.CO.ID
 

BERITA TERKAIT