Teluk Youtefa Jayapura Tercemar, Ikan dan Kerang Mengandung Timbal
JUBI.CO.ID | 15/03/2019 14:08
Teluk Youtefa Jayapura Tercemar, Ikan dan Kerang Mengandung Timbal
Teluk Youtefa dan Jembatan Holtekamp

Jayapura, Jubi – Riset peneliti dan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih, Dr Hazmi, Skm Mks pada 2014 menyimpulkan ikan dan kerang di Teluk Youtefa, perairan Kota Jayapura, Papua, telah tercemar kandungan logam berat Plumbum atau timbal.

“ Kondisi ini diperparah lagi dengan perilaku warga yang membuang sampah langsung ke empat sungai yang mengalir ke Teluk Youtefa. Apalagi Teluk Youtefa berbeda dengan pantai Hamadi yang langsung terkena ombak sehingga sampah bisa terbawa arus,”katanya dalam Diskusi Identifikasi Permasalahan Lingkungan dan Kehidupan Jemaat atau Masyarakat pada kawasan pesisir pantai dan kawasan laut Teluk Youtefa di Kantor Klasis Gereja Kristen Injili (GKI), Sabtu (9/3/2019).

Hazmi menyatakan saat ia melakukan penelitiannya pada 2014, kondisi Teluk Youtefa tidak sedangkal sekarang. “Dalam penelitian, kami menemukan air, ikan dan kerang, bahkan urine warga sekitar Teluk Youtefa sudah ada mengandung logam berat akibat pencemaran,”katanya. Sedimen lumpur yang terus menerus masuk dan mendangkalkan Teluk Youtefa diperkirakan semakin memperparah polusi logam berat di perairan tersebut.

Penelitian Hazmi dilakukan dengan mengambil sampel yang kemudian diuji di laboratorium terkareditasi di Jakarta. Penelitian itu menemukan 12 ikan ikan yang paling banyak menyimpan logam berat, termasuk ikan bulanak yang paling sering dikonsumsi warga pesisir Teluk Youtefa. Uji laboratorium itu juga menemukan kandungan logam berat dalam sejumlah sampel urine warga pesisir teluk. “Uji laboratorium memastikan jenis logam berat yang paling mencemari perairan Teluk Youtefa adalah Pb atau timah hitam,”katanya.

Penelitian itu menyimpulkan tingkat kandungan timah hitam di perairan Teluk Youtefa pada 2014 telah mencapai 0,0265 mg/liter. Tingkat kandungan logam berat itu melampaui ambang batas normal yang setara 0,08 mg/liter.

“Bayangkan air laut yang mengandung Plumbum atau Pb itu kemudian dimakan plankton. Plankton itu kemudian dikonsumsi ikan, termasuk ikan bulanak. Uji laboratoirum terhadap sampel ikan bulanak dan 11 jenis ikan di Teluk Youtefa menunjukkan tingkat kandungan timah hitam pada ikan telah mencapai rata-rata 0,246 mg/kg, sedangkan ambang batas normalnya setara 0,3 mg/kg,”kata Hazmi

Baca selengkapnya di JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT