Asal-usul Ubi Jalar Dalam Cerita Rakyat Suku Yali
JUBI.CO.ID | 09/02/2019 19:00
Asal-usul Ubi Jalar Dalam Cerita Rakyat Suku Yali
Ubi jalar di wilayah pegunungan Papua – Jubi/papuansphoto.wordpress.com

Oleh: Hari Suroto

Peneliti di Balai Arkeologi Papua

Pegunungan tengah Papua yang berada di dataran tinggi dengan temperatur udara dingin rupanya berdampak pada hasil panen tanaman pisang maupun keladi yang kurang maksimal. Pertumbuhan tanaman keladi sangat tergantung pada ketersediaan air, sedangkan tanaman pisang membutuhkan intensitas sinar matahari.

Lain halnya ubi jalar yang tidak terpengaruh oleh ketinggian tempat, temperatur udara, maupun jumlah intensitas sinar matahari. Ubi jalar sangat mudah dibudidayakan dengan hasil panen yang maksimal. Selain itu, budidaya ubi jalar cukup mudah, baik dalam mendapatkan bibit berupa stek dan dapat ditanam pada lahan di lereng-lereng gunung.

Bagi suku Yali, ubi jalar berperan penting sebagai makanan pokok utama, walaupun pada saat-saat tertentu, keladi juga berperan penting. Keladi sebagai makanan pokok leluhur, hingga hari ini masih tetap menjadi bagian dalam ritual yang diperlukan untuk berbagai kegiatan upacara.

Dibandingkan dengan keladi, ubi jalar memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki daya adaptasi yang luas terhadap kondisi lahan dan lingkungan. Ubi jalar mampu tumbuh dengan baik di daerah tinggi yang tidak bisa ditumbuhi oleh tanaman lain. Selain itu ubi jalar dapat tumbuh di daerah bertemperatur dingin. Jika dibandingkan dengan hasil panen keladi pada luas lahan yang sama, maka hasil panen ubi jalar kuantitasnya lebih banyak.

Keunggulan ubi jalar dibanding bahan makanan pokok lainnya yaitu umbinya lebih besar daripada keladi, umbi cepat masak, bisa tumbuh di tempat yang lebih tinggi, serta makanan yang lebih disukai oleh babi peliharaan. Ubi jalar dapat ditanam pada ketinggian 1.100-2.800 meter. Hasil terbaik biasanya pada ketinggian 1.300-2.400 meter.

Ubi jalar yang dikonsumsi penduduk pegunungan Papua memiliki karakteristik daging umbi lembek, tidak berserat, manis, serta berwarna kuning, jingga, dan ungu. Sedangkan ubi jalar yang dijadikan sebagai pakan babi berkarakteristik umbi besar, kulit pecah-pecah, berserat, rasa tawar, bertekstur keras atau lembek sekali.

Baca cerita selengkapnya di JUBI.CO.ID