Oxford dan CanSino Luncurkan Riset Vaksin Covid-19 Versi Inhaler
TEMPO.CO | 26/03/2021 07:29
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi kepada kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 23 Maret 2021. Vaksinasi Astrazeneca terhadap 100 kyai muda NU tersebut s
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi kepada kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 23 Maret 2021. Vaksinasi Astrazeneca terhadap 100 kyai muda NU tersebut sebagai bentuk upaya untuk menangani pandemi COVID-19 sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin Astrazeneca aman dan halal. ANTARA FOTO/Moch Asim

TEMPO.CO, London - Universitas Oxford Inggris pada Kamis, 25 Maret 2021, mengatakan sedang meluncurkan riset untuk menyelidiki respons imun dari pemberian vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama AstraZeneca versi inhlaler. Riset yang sama juga dilakukan oleh CanSino.

Baca:
Tes PCR Pastikan 14 Siswa Tertular Covid-19, Sekolah Ini Langsung Diliburkan

Riset Universitas Oxford melibatkan 30 relawan sehat berusia 18-40 tahun untuk uji coba tahap awal.

Para peneliti Inggris pada September lalu mengatakan bahwa calon vaksin Covid-19 versi inhaler sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan Imperial College.

Riset itu bertujuan untuk melihat apakah para relawan memberikan respons imun lokal di dalam sistem pernapasan.

Sementara itu, otoritas obat Cina telah menyetujui uji klinis vaksin Covid-19 yang dihirup yang dikembangkan bersama oleh perusahaan domestik CanSino Biologics, kata perusahaan itu dalam pengajuan pada hari Selasa, 23 Maret 2021.

CanSino mengatakan dalam pengajuan terbarunya di bursa saham Hong Kong bahwa vaksin untuk inhalasi dikembangkan bersama oleh perusahaan dan Institut Bioteknologi Beijing, menambahkan bahwa aplikasi uji klinis mereka mendapat lampu hijau pada hari Senin.

ANTARA | REUTERS | MEDICAL XPRESS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT