Yogyakarta Baru Terima 2,7 Persen dari Kebutuhan 2,6 Juta Vaksin Covid-19
TEMPO.CO | 27/01/2021 20:22
Tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. Vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan ini diprioritaskan karena mereka bersinggungan langsung dengan pasien. TEMPO/Hilman Fa
Tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. Vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan ini diprioritaskan karena mereka bersinggungan langsung dengan pasien. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah bersiap menggelar vaksinasi Covid-19 kedua pada Kamis, 28 Januari 2021. Vaksinasi kali ini menyasar mereka yang telah divaksinasi pada 14 Januari 2021 lalu.

Baca:
Jatah Vaksin Covid-19 Kembali Datang, Yogya Genjot Vaksinasi Tahap Kedua Lusa

Vaksinasi Covid-19 ini dilaksanakan sebanyak dua dosis dengan jarak 14 hari,” kata Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta, Pembajun Setyaningastutie, Rabu.

Pembajun mengatakan pembentukan antibodi atau kekebalan tubuh diharapkan dapat mulai terbentuk dua minggu setelah pemberian vaksinasi kedua. Ia menargetkan minimal 70 persen masyarakat dapat menerima vaksinasi sehingga terbentuk kekebalan masyarakat atau herd immunity.

Namun dari kebutuhan sebanyak 2.605.179 dosis vaksin di Yogyakarta, hingga hari ini yang sudah terkirim baru sebanyak 71.600 dosis atau sekitar 2,7 persen yang terbagi dalam dua termin pengiriman.

Adapun vaksinasi di Yogyakarta sendiri telah dirancang dalam empat tahap. Tahap pertama untuk tenaga sumber daya manusia bidang kesehatan, tahap kedua untuk pelayan publik, tahap ketiga untuk masyarakat rentan dan tahap keempat untuk pelaku ekonomi esensial dan masyarakat umum.

Vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan, termin pertama diberikan untuk Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Selanjutnya akan dilaksanakan termin kedua, yaitu Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.

“Perkembangan vaksinasi saat ini, dari 21.942 tenaga kesehatan, sebanyak 97,68 persen telah terdata dan sebanyak 11.011 orang (50,18 persen) telah divaksin,” ujarnya.

Pembajun menuturkan, pelayanan vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta akan dilayani melalui fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta yang telah terdaftar pada Kementerian Kesehatan. Dan juga fasilitas yang telah terkoneksi dengan aplikasi PCare BPJS Kesehatan.

“Pelayanan vaksinasi di Yogyakarta dilaksanakan oleh 121 Puskesmas dan 60 Fasyankes lainnya (RS/klinik),” kata dia.

Saat ini, ujar Pembajun, Yogyakarta sendiri telah siap dengan 367 tenaga vaksinator yang dilatih oleh Kementerian Kesehatan dan jumlah tenaga tersebut akan bertambah secara bertahap dengan target 1313 petugas vaksinator pada Maret 2021 nanti.

Calon penerima vaksin kedua di Yogyakarta pada Kamis ini antara lain Wakil Gubernur, Sekda, Kapolda, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), wakil dari Korem 072/Pamungkas, Direktur RSUP dr. Sardjito, organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ada pula wakil dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) serta perwakilan tokoh agama seperti PWNU, PW Muhammadiyah, Persatuan Hindu Dharma, Permabudhi dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) wilayah Yogyakart.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Berty Murtiningsih menggambarkan situasi Covid-19 di Yogyakarta hingga 27 Januari 2021 belum menunjukkan tanda-tanda kemunculan kasus baru yang mereda.

“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Yogyakarta hari ini sebanyak 427 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 20.481 kasus,” kata dia.

Dari jumlah itu, ujar Berty, penambahan kasus sembuh di Yogyakarta sebanyak 383 kasus, sehingga total sembuh menjadi 13.832 kasus. Sedangkan penambahan kasus meninggal sebanyak 15 kasus sehingga total kasus meninggal menjadi 475 kasus.

PRIBADI WICAKSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT