Banyak Sekolah Masih Daring, Menteri Nadiem: Kemauan Daerah Masih Rendah
TEMPO.CO | 21/01/2021 19:41
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. (Dok. Kemdikbud)
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. (Dok. Kemdikbud)

TEMPO.CO, JakartaSebanyak 32.400 sekolah atau 15 persen dari seluruh sekolah yang ada di Indonesia sudah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di awal tahun ini, di tengah pandemi Covid-19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkap itu di DPR RI, Rabu 20 Januari 2021. 

"Sedangkan 186.552 sekolah lainnya masih belajar dari rumah," kata Nadiem dalam rapat kerja yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Komisi X DPR RI Channel tersebut.

Baca juga:
Nadiem Izinkan Sekolah Dibuka Lagi, IDAI: Pembelajaran Jarak Jauh Lebih Aman

Nadiem mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Mereka diizinkan untuk membuka kembali sekolah-sekolah tanpa melihat peta pandemi--dengan penerapan protokol kesehatan--asalkan sekolah dan juga orang tua murid setuju.

Nadiem mencatat aktivitas belajar mengajar secara tatap muka itu termasuk di Jakarta, yakni dilakukan oleh satu persen dari jumlah sekolah yang ada di ibu kota. Selebihnya, terutama di daerah-daerah dengan kasus penularan Covid-19 cukup tinggi dicatatnya masih menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh alias daring (dalam jaringan atau online).

Persentase sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka di Kota Surabaya dan Bandung juga baru tiga persen. Sementara di Kota Medan dan Palembang masing-masing baru enam dan lima persen sekolah yang mengadakan pembelajaran tatap muka.

"Meskipun kami sudah memberikan otoritas kepada pemerintah daerah untuk tatap muka, tingkat kemauan masih cukup rendah, apalagi di daerah yang cukup besar (tingkat penularannya)," kata Nadiem.

Ia menjelaskan pula bahwa mayoritas perguruan tinggi masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Perguruan tinggi yang melakukan pembelajaran tatap muka hanya yang memerlukan praktik dalam perkuliahan.

"Hampir 60 persen masih sepenuhnya daring. Sebanyak 40 persen hybrid learning, tatap muka hanya yang memerlukan fasilitas kampus sementara perkuliahan masih daring," kata Nadiem.

Baca juga:
Survei 15 Ribu Anak, Peneliti Kemendikbud Minta Buka Sekolah Ditunda

Nadiem memastikan pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, yang mencakup kewajiban menggunakan masker dan pembatasan jumlah siswa dalam setiap kelas. Pemerintah, kata eks bos Gojek itu, memperhatikan keamanan dan keselamatan dalam menjalankan kebijakan mengenai penyelenggaraan pembelajaran tatap muka semasa pandemi Covid-19. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT