Publikasi Ketersediaan Ranjang untuk Pasien Covid-19 DIY Terhenti, Ada Apa?
TEMPO.CO | 17/01/2021 21:31
Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat
Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghentikan sementara publikasi data ketersediaan ranjang yang tersedia, baik kritikal (ICU) maupun non kritikal, untuk perawatan Covid-19, pada Ahad 17 Januari 2021. Alasannya, temuan masalah pada sistem pencatatan soal ketersediaan ranjang di rumah sakit rujukan Covid-19.

"Berhubung sedang ada perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan ketersediaan tempat tidur rumah sakit rujukan, data tempat tidur rumah sakit saat ini belum bisa dipublikasikan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, Ahad.

Pada hari ini, DIY sendiri melansir penambahan 277 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga total menjadi 16.933 kasus. Dari jumlah itu, kasus kematian juga masih bertambah sebanyak 9 kasus sehingga total menjadi 388 kasus. Sedangkan kasus sembuh sebanyak 173 sehingga total sembuh menjadi 11.265 kasus

Adapun untuk data ketersediaan ranjang terakhir yang bisa jadi panduan publik adalah yang dipublikasikan terakhir Gugus Tugas Covid-19 pada Sabtu 16 Januari 2021. Pada hari itu sisa tempat tidur kritikal disebutkan ada 14 ranjang dari total ketersediaan 76 ranjang. Sedangkan tempat tidur non kritikal tersisa 61 dari total ketersediaan 677 ranjang.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, menuturkan, rata-rata rumah sakit dalam penerimaan pasien Covid-19 menerapkan sistem kohorting. Sistem ini mengatur penempatan pasien terinfeksi atau kolonisasi patogen yang sama di ruang yang sama, sehingga pasien lain tanpa patogen yang sama dilarang masuk.

Baca juga:
25 Relawan Uji Vaksin Sinovac di Bandung Positif Covid-19

"Ada kondisi-kondisi tertentu penggunaan bed untuk perawatan Covid-19 ini, yakni dengan sistem kohorting," ujar Pembajun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT