Jelang Tahun Baru, Yogya Kejar Kesiapan Tambahan Bangsal Covid-19
TEMPO.CO | 29/12/2020 16:12
RSUP Dr. Sardjito. Kredit: Telemedicine
RSUP Dr. Sardjito. Kredit: Telemedicine

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersiapkan skenario terburuk terkait penambahan kasus Covid-19 secara signifikan saat dan usai malam pergantian Tahun Baru nanti.

Sejumlah persiapan dikejar, khususnya menyangkut ketersediaan tempat tidur juga ruang isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang jumlahnya kian menipis.

Baca:
Waspadai Ledakan 10 Ribu Kasus COVID-19 per Hari di Januari 2021

Rumah sakit utama rujukan Covid-19 DIY, RSUP dr. Sardjito misalnya menyatakan, sampai awal pekan ini kapasitas tempat tidur yang dimilikinya masih nyaris 100 persen.

“Sekarang kapasitas tempat tidur yang terpakai masih 98 persen,” ujar juru bicara RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan kepada Tempo, Selasa, 29 Desember 2020.

Jumlah total bed di RSUP Sardjito totalnya ada 761 bed. Dari jumlah itu, yang diperuntukkan untuk perawatan dan penanganan Covid-19 sebanyak 56 bed yang terbagi atas perawatan umum dan ICU.

“Saat ini kami sedang siapkan tambahan 18 unit tempat tidur agar kapasitas bed naik menjadi 74, minggu depan insya Allah semua sudah siap,” ujar Banu.

Dari 18 tambahan unit itu, Banu merinci sebanyak 8 tempat tidur didedikasikan untuk penambahan ruang isolasi kritis atau Critical Care atau ICU. Sedangkan 10 sisanya untuk penambahan di ruang nonkritis.

Dari total tambahan tempat tidur itu, Banu menuturkan, pihaknya kini sedang mengejar dulu kesiapan untuk tambahan bangsal isolasi.

Banu mengungkapkan pemerintah pusat sejauh ini sudah cukup banyak berperan dalam persiapan menghadapi masa potensi lonjakan Covid-19, khususnya masa libur Natal dan Tahun Baru, baik bantuan dari sisi ventilator, akses obat, juga bed pasien.

“Kami juga sudah siapkan rencana kebutuhan (dengan Kementerian Kesehatan) soal kebutuhan tempat tidur secara bertahap melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.

“Tapi untuk saat saat ini kami berikan tambahan 18 unit tempat tidur dulu,” Banu menambahkan.

Gugus Tugas Covid-19 DIY mencatat hingga Senin 28 Desember dari jumlah total tempat tidur critical sebanyak 64 rumah sakit rujukan Covid-19 se-DIY, kini tersisa 17 unit.  Adapun total dari tempat tidur noncritical sebanyak 577 unit, kini tersisa 49 unit.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Selasa 29 Desember 2020 membenarkan jika DIY termasuk daerah di Indonesia yang kapasitas tempat tidur perawatan Covid-19 kini termasuk paling mengkhawatirkan karena kian menipis akibat tingginya kasus.

“Saya sudah minta rumah sakit rujukan lain seperti RSPAU Hardjolukito untuk menambah 100 tempat tidur,” ujar Sultan.

Selain itu Sultan juga menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota di DIY seluruhnya menambah kapasitas tempat tidurnya.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie sebelumnya mengungkap jika kapasitas ruang isolasi di RSPAU Hardjolukito ada sebanyak 150 kamar. Jika terjadi peningkatan kasus signifikan, RSPAU Hardjolukito itu akan menjadi back up rumah sakit rujukan utama.

PRIBADI WICAKSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT