Resmi, Sekolah Tinggi Sandi Negara jadi Politeknik Siber dan Sandi Negara
TEMPO.CO | 24/11/2020 22:37
Prosesi pengesahan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) menjadi Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, bersama Direktur Poltek SSN, Christyanto Noviantoro, Selasa 24
Prosesi pengesahan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) menjadi Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, bersama Direktur Poltek SSN, Christyanto Noviantoro, Selasa 24 November 2020. FOTO/BSSN

TEMPO.CO, Depok - Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), sekolah kedinasan yang diselenggarakan Badan Siber dan Sandi Negara, diresmikan menjadi Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) hari ini, Selasa 24 November 2020. Peresmian dilakukan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, saat wisuda Sarjana Terapan Poltek SSN yang diselenggarakan di Auditorium Kantor BSSN.

Dalam pertimbangannya, Hinsa menyebutkan bahwa peralihan status sekolah tinggi menjadi politeknik itu dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang siber dan sandi bagi Badan Siber dan Sandi Negara, dan juga lembaga atau kementerian lain. Perubahan juga dpastikannya berdasarkan surat Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 03/M/I/2018 dan persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Direktur Poltek SSN, Christyanto Noviantoro, menambahkan bahwa Poltek SSN akan mempersiapkan sebuah generasi yang siap untuk menghadapi tantangan masa depan, yang bisa memenuhi kebutuhan rasa aman dari ancaman dunia maya. Dia merujuk kepada tindak kejahatan di dunia maya kini, yang dinilainya, secara umum menyasar data pribadi, keluarga, perusahaan, hingga sektor pemerintah.

"Pada tahun-tahun mendatang, dinamika dan tantangan dunia siber tidak akan menurun tapi justru akan terus meningkat, sehingga kita selalu berupaya dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan untuk menjawab tantangan tersebut," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo.co, Selasa petang.

Selama masa pendidikan, taruna-taruni Poltek SSN secara penuh ditanggung oleh negara. Setelah menjalani masa pendidikan 4 tahun, seluruh lulusan Poltek SSN akan langsung bekerja di Badan Siber dan Sandi Negara. Sistem seleksinya berupa tes bertahap yang menggunakan sistem gugur tiap tahapnya.

Poltek SSN mewajibkan tarunanya tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan dengan wajib mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan sedemikian rupa guna melatih pembentukan karakter dan disiplin taruna. Kegiatan pendidikan meliputi bidang akademik dan bidang pengasuhan yang diselenggarakan secara seimbang, berkesinambungan dan saling mendukung dengan berpedoman pada tujuan pendidikan.

Baca juga:
BSSN Kerja Sama dengan Huawei, Tak Khawatir Backdoor?

Pendidikan dilaksanakan dengan sistem paket dimana evaluasi pendidikan dilaksanakan setiap semester melalui Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), serta disetiap semesternya digunakan sistem gugur (Drop Out).


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT