Pakar Siber Ragukan Peringatan Modus Penipuan Online 'Salah Isi Pulsa'
TEMPO.CO | 24/11/2020 18:22
Logo WhatsApp. Kredit: Time
Logo WhatsApp. Kredit: Time

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menanggapi peringatan modus penipuan online model baru ‘salah isi pulsa’. Peringatan itu disampaikan dalam pesan yang beredar di dalam grup-grup WhatsApp belakangan ini.

“Jika dilihat dari kalimat-kalimatnya atau kata-katanya, itu tidak memiliki arti,” ujar Alfons saat dihubungi aplikasi percakapan WhatsApp, Senin, 23 November 2020.

Baca juga:
Viral Penipuan Online Salah Isi Pulsa, WhatsApp: Jangan Sembarang Klik Tautan

Dia menunjuk kata FORMAT yang ada dalam pesan viral dan diminta dihindari untuk diklik. Menurut Alfons, peringatan itu dipertanyakannya kalau yang dimaksud untuk dihindari itu cuma berupa kata-kata FORMAT atau sejenisnya tanpa disertai kode-kode USSD.

Keberadaan kode-kode itu disebutnya mungkin untuk secara teksni mengaktifkan forward SMS atau Call forwarding. Tapi, jika hanya kata ‘FORMAT’ atau sejenisnya, dirasa Alfons tidak logis.

“Itu mah orang kurang perhatian, buat message minta perhatian teman supaya di-forward-kan," katanya sambil menambahkan adanya kecenderungan banyak orang pula untuk asal meneruskan pesan berisi peringatan yang diterimanya.

"Main forward setiap kali ada message yang bilang: waspadalah dan sebarkan ke semua teman dan group kalian,” kata Alfons lagi.

Pesan yang beredar itu menyebutkan nama Radith Pratama yang menceritakan pengalamannya dan mengingatkan agar berhati-hati terhadap pesan mencurigakan. “Modusnya salah ngisi pulsa ke nomer kita, lalu dia ngirim cara untuk ngembaliin pulsa,” bunyi pesan itu.

Dituliskan dalam pesan itu, sebenarnya yang dikirimkan adalah format pengalihan data yang jika sampai menekan format itu maka semua panggilan dan pesan akan masuk ke smartphone si penipu. Termasuk verifikasi aplikasi mulai dari WhatsApp, Instagram, Facebook, Telegram, Kongkow Messenger, Token Bank, dan lain-lain.

Radith mengingatkan agar berhati-hati dengan modus penipuan online itu, Jika ada pulsa nyasar cukup abaikan, dan jangan pernah mau mengikuti saran/instruksi pesan untuk mengembalikan pulsa.

Baca juga:
Beidou Cina Klaim Lulus Standar Penerbangan Sipil Dunia

“Biasanya dia ngisi pulsanya Rp 50 ribu, terus dia minta dikembalikan Rp 40 ribu, jadi biarkan saja. Jika dia ngeyel minta dikembalikan pulsanya, kirim manual saja lewat MKios, jangan sekali-kali tekan ‘FORMAT’ yang dikirim si penipu ya, dari pada anda nanti kena musibah besar,” bunyi lanjutan pesan itu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT