Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kasus Positif Covid-19 pada Cerpelai Lagi
TEMPO.CO | 23/11/2020 22:59
Cerpelai. lynnnews.co.uk
Cerpelai. lynnnews.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini dipuncaki artikel tentang virus corona Covid-19 yang diduga bisa melompat dari cerpelai ke manusia. Kasus ini mencekam terutama di Eropa, dan yang terbaru ditemukan kasus positif Covid-19 pada cerpelai di Prancis. Temuan didapatkan di satu lokasi peternakan yang berbuntut kepada rencana pemusnahan seluruh cerpelai di sana.

Berita kedua mengenai lembaga adat Badui yang bergerak atas pemberitaan modus madu palsu untuk mengeruk keuntungan yang melibatkan warganya. Lembaga adat menyita sebanyak satu drum dan 20 botol dari dalam kampungnya sendiri untuk kemudian dimusnahkan dan warga yang terlibat mendapat teguran pada Minggu 22 November 2020. 

Berita ketiga terkait informasi gempa sepanjang Minggu 22 November 2020 berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Gempa di antaranya terjadi di Tapanuli, Sumatera Utara, dan dua kali di Labuha, Maluku Utara. Gempa di Labuhan total telah terjadi tujuh kali dalam dua hari.

Berikut Top 3 Tekno Berita Hari Ini Selengkapnya,

1. Meluas, Temuan Cerpelai Bawa Virus Corona Covid-19 di Eropa

Cerpelai terinfeksi virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, ditemukan di sebuah peternakan di kawasan Eure-et-Loire, Prancis sebelah barat. Pemerintahan setempat menyatakan akan memusnahkan sekitar 1.000 cerpelai di lokasi itu karenanya. 

Kementerian Pertanian Prancis, pada Minggu 22 November 2020, menyatakan mulai memeriksa empat peternakan cerpelai miliknya pada pertengahan November. Itu dilakukan setelah dugaan virus penyebab Covid-19 pada warga di sejumlah negara tetangganya berasal dari hewan mamalia kecil yang diternak untuk dipanen bulunya tersebut.

Kasus yang dimaksud dilaporkan di Swedia, Italia, Spanyol, Belanda dan Denmark di Eropa serta Amerika Serikat di luar Eropa. Di Denmark bahkan dilaporkan kalau virus corona itu telah bermutasi menjadi jenis yang berbeda sehingga dikhawatirkan dapat membuat vaksin Covid-19 nantinya kurang efektif jika virus tersebut ditularkan kembali ke manusia.

2. Lembaga Adat Baduy Sita dan Musnahkan Madu Palsu di Kampungnya

Masyarakat Badui atau Baduy memusnahkan madu palsu sebanyak satu drum dan 20 botol pada Minggu 22 November 2020. Pemusnahan usai 'razia' oleh lembaga adatnya itu dilakukan di Kampung Kaduketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

"Pemusnahan itu dari hasil sitaan warga Baduy yang menjual madu palsu itu," kata tetua lembaga adat Baduy, Jaro Saija, yang juga Kepala Desa Kanekes.

Menurutnya, lembaga adat Badui menindak keras penyebaran madu palsu di Lebak, setelah informasi tersebut berkembang luas. Hal ini mengingat kebanyakan masyarakat Badui berpenghasilan ekonomi dari penjualan madu, sehingga dirugikan jika beredar madu palsu tersebut.

3. Gempa Kemarin: Labuha Lagi 2 Kali, Tapanuli juga Catat Gempa Darat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat ada setidaknya empat gempa yang bisa dirasakan sepanjang Minggu 22 November 2020. Dua di antaranya dirasakan di Labuha, Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang sehari sebelumnya telah terguncang hingga lima kali.

Berdasarkan catatan BMKG di situs web resminya, Labuha kembali diguncang lemah gempa (skala II MMI) pada pukul 9.33 dan 15.11 WIB. Masing-masing gempa terukur berkekuatan 4,5 dan 4,2 Magnitudo. Pada gempa yang kedua, intensitas getarannya juga terasa di Kecamatan Bacan Timur Selatan pada Skala III MMI atau setara terasa di dalam rumah, seakan ada truk melintas.

Baik gempa yang pertama maupun yang kedua sama bersumber dari darat, 20 dan 15 kilometer tenggara Labuha. Peta lokasi ini masih berada di kawasan yang sama dengan lima gempa sehari sebelumnya, dengan kedalaman yang juga sama yakni 10 kilometer. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut sumbernya adalah Sesar Sorong-Maluku, yang pernah memberi guncangan pada Juli tahun lalu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT