Ratusan Startup Lokal di Yogyakarta Jadi Perhatian InnoXJogja 2020
TEMPO.CO | 08/11/2020 19:20
Drone berpenumpang, Frogs, yang dikembangkan startup dari Yogyakarta ini akan mewakili Indonesia dalam Hannover Messe, 20-24 April 2020. Ditujukan sebagai taksi terbang, drone ini didesain mampu mengangkut dua penumpang dengan kapasitas maksimal 200 kilog
Drone berpenumpang, Frogs, yang dikembangkan startup dari Yogyakarta ini akan mewakili Indonesia dalam Hannover Messe, 20-24 April 2020. Ditujukan sebagai taksi terbang, drone ini didesain mampu mengangkut dua penumpang dengan kapasitas maksimal 200 kilogram. FOTO/DOK UMG Idealab Indonesia

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istmewa Yogyakarta akan menggelar festival teknologi dan inovasi bertajuk InnoXJogja 2020 pada 17-20 November mendatang. Festival yang dipersiapkan bareng komunitas Block71 itu mengajak serta empat kampus dan satu lembaga untuk berkolaborasi di dalamnya, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Indonesia (UII), Amikom, serta lembaga Jogja Digital Valley.

Festival diharapkan sekaligus menjadi ruang untuk menemukan berbagai solusi dari masalah dan tantangan yang dihadapi startup lokal, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini. Yogyakarta dipandang kaya perusahaan rintisan bidang teknologi, tapi tak sedikit yang akhirnya hengkang atau hijrah ke luar dari kota itu.

Padahal, Kepala Dinas Kominfo DIY, Rony Primanto Hari, mengakui bahwa ketika berbagai startup lokal mampu mendapat dukungan dan berkembang, mereka bisa berkontribusi menumbuhkan perekonomian daerah. "Karena itu pegiat teknologi juga akan diberi kesempatan bertemu dengan investor atau perusahaan yang mampu membantu mengembangkan teknologi mereka lebih jauh,” ujarnya, Minggu 8 November 2020.

Manager Block71 Yogyakarta, Reni Wahyuni Ika Lestari, mengatakan saat ini terpantau ada ratusan startup lokal yang berkembang di Yogyakarta. Di luar jumlah tersebut masih banyak yang tidak terdeteksi. Dari gelaran InnoXJogja 2020, dia berharap, pendataan startup lokal bisa dilakukan lebih gencar. "Sehingga ada data riil berapa sebenarnya jumlah startup yang ada," katanya.

Diakui Reni, cukup banyak start-up asal Jogja yang memilih pindah ke kota lain. Kebanyakan karena alasan tidak adanya dukungan modal, sehingga membuat mereka mencari investor di kota lain. “Karena itu, event ini menjadi ajang menghadirkan para investor itu ke Yogyakarta, jadi bukan pelaku startup yang ke luar,” ujarnya menambahkan.

Baca juga:
Smart Watering dari Unpad Tawarkan Bertani Hidroponik Ga Pake Ribet

InnoXJogja 2020 rencananya akan menghadirkan berbagai pembicara di bidang teknologi khususnya startup. Beberapa nama disebutkan seperti Freddy Boey dari National University of Singapore (NUS) Enterprise, Axton Salim dari Innovation Factory, Iman Usman selaku Co-Founder and CPO Ruangguru, Adi Reza selaku CEO dan Co-Founder Mycotech, lalu Eli Pujiastuti, Director of Learning and Growth, ABP, Chandra Firmanto selaku Managing Partner, Indogen Capital dan lainnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dijadwalkan membuka festival secara virtual pada 17 November 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT