Kasus Covid-19 India Nyaris 8 Juta, Meninggal 119.502
TEMPO.CO | 28/10/2020 07:47
Petugas kesehatan mengambil sampel usap dari seorang wanita untuk pengujian COVID-19 di Paltan Bazar di Guwahati, Negara Bagian Assam, India, pada 28 September 2020. Jumlah kematian global akibat COVID-19 melampaui 1 juta korban pada awal pekan ini. (Xinh
Petugas kesehatan mengambil sampel usap dari seorang wanita untuk pengujian COVID-19 di Paltan Bazar di Guwahati, Negara Bagian Assam, India, pada 28 September 2020. Jumlah kematian global akibat COVID-19 melampaui 1 juta korban pada awal pekan ini. (Xinhua/Stringer)

TEMPO.CO, New Delhi - Total kasus Covid-19 di India mencapai 7.946.429 setelah 36.470 kasus baru dilaporkan selama 24 jam terakhir, menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Korban meninggal melonjak menjadi 119.502, dengan 488 kematian baru tercatat sejak Senin pagi waktu setempat.

Ini merupakan kali pertama dalam lebih dari empat bulan kasus baru harian turun di bawah angka 40.000, dan hari kedua angka kematian harian turun di bawah 500 di negara tersebut.

Sementara itu, masih terdapat 625.857 kasus Covid-19 aktif di India, dan total 7.201.070 orang telah dinyatakan sembuh.

Selama hampir satu bulan, kasus Covid-19 mengalami tren penurunan, dan ini hari kelima berturut-turut jumlah kasus aktif di India berada di bawah angka 700.000.

Pada Sabtu, total warga yang dinyatakan sembuh telah menembus angka 7 juta. Pemerintah India saat ini tengah fokus meningkatkan fasilitas pengujian Covid-19 di seluruh negeri.

Hingga Senin, total 104.420.894 tes Covid-19 telah dilakukan di negara itu, dengan 958.116 tes di antaranya dilakukan hanya dalam satu hari pada Senin, menurut data dari Dewan Penelitian Medis India (ICMR) pada Selasa.

Pekan lalu, Perdana Menteri India Narendra Modi memperingatkan warganya untuk secara ketat mematuhi pedoman Covid-19 dan waspada terhadap pandemi.

Dia menyarankan agar warga mengambil tindakan pencegahan yang memadai di tengah musim perayaan yang sedang berlangsung, yang menarik kerumunan manusia dalam jumlah besar di area pasar.

Dalam pidato nasionalnya yang disiarkan televisi, Modi mengimbau seluruh warga negara untuk memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan secara teratur, dan menjaga jarak sosial karena, menurutnya, karantina wilayah (lockdown) telah berakhir namun virus belum lenyap.

ANTARA | XINHUA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT