Gempa Kemarin: Aceh dan Bengkulu Bergoyang, Getaran Sampai ke Padang
TEMPO.CO | 16/10/2020 09:26
Peta kejadian gempa Bengkulu pada Rabu pagi, 19 Agustus 2020. Dua gempa terjadi hampir bersamaan dengan kekuatan cukup besar 6,9 dan 6,8 Magnitudo. (ANTARA/HO.BMKG)
Peta kejadian gempa Bengkulu pada Rabu pagi, 19 Agustus 2020. Dua gempa terjadi hampir bersamaan dengan kekuatan cukup besar 6,9 dan 6,8 Magnitudo. (ANTARA/HO.BMKG)

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat dua kejadian gempa yang bisa dirasakan di wilayah Indonesia sepanjang Kamis 15 Oktober 2020. Keduanya terjadi di Meulaboh, Aceh Barat dan Mukomuko, Bengkulu dengan kekuatan yang hampir setara yakni 5,2 dan 5,3 skala Magnitudo.

Gempa yang cukup kuat itu juga memberi dampak serupa dalam hal intensitas getarannya di permukaan, yakni sama mencapai IV skala MMI. Skala itu diilustrasikan dengan gempa pada siang yang bisa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Gempa yang pertama, di Aceh Barat, terjadi pada pukul 11.59 WIB. Sumbernya terdeteksi di laut 22 kilometer barat daya Meulaboh, pada kedalaman 27 kilometer.

Guncangan terkuat dari gempa 5,2 M itu terukur di Nagan Raya untuk skala IV MMI. Sedang di Aceh Jaya sekuat III skala MMI dan Banda Aceh termasuk wilayah yang bisa merasakannya dengan intensitas II skala MMI atau lemah.

Kedua, gempa di Bengkulu, sekuat 5,3 M, terjadi pada pukul 16.41 wib. Gempa ini juga bersumber dari laut. Tepatnya, 114 kilometer sebelah barat daya Mukomuko, dari kedalaman 14 kilometer.

Baca juga:
8 Fakta Gempa Bengkulu Doublet, Getaran Sampai Singapura dan Serpong

BMKG mengukur intensitas guncangannya di Sikakap dan Mukomuko sampai skala IV MMI. Sedang di Padang terasa dalam skala III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.   

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT