Ini Sebab Rafale 'Nekat' Ciptakan Dentuman yang Gegerkan Paris
TEMPO.CO | 02/10/2020 02:00
Menara Eiffel dipenuhi instalasi cahaya saat kunjungan Putra Mahkota Naruhito ke Prancis di Paris, 13 September 2018. Festival lampu ini menandai perayaan 160 tahun hubungan diplomatik Prancis dan Jepang. AP
Menara Eiffel dipenuhi instalasi cahaya saat kunjungan Putra Mahkota Naruhito ke Prancis di Paris, 13 September 2018. Festival lampu ini menandai perayaan 160 tahun hubungan diplomatik Prancis dan Jepang. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian di Paris, Prancis, telah mengkonfirmasi penyebab dentuman yang membuat geger warga kota itu pada Rabu, 30 September 2020, tepat tengah hari lalu. Sumber suara mirip ledakan di udara yang terdengar hingga ke daerah pinggiran Paris itu dipastikan berasal dari pesawat tempur mereka, Dassault Rafale, yang melesat menembus kecepatan suara.

Di kota yang berulang kali menyaksikan tragedi serangan teror, termasuk yang terbaru berupa serangan menggunakan pisau pada minggu lalu, banyak orang lalu berpikir dentuman berasal dari ledakan bom. Kecemasan mereda setelah kepolisian memastikan dentuman disebabkan sebuah sonic boom dari pesawat terbang.

Sonic boom adalah bising mirip petir yang didengar di permukaan ketika sebuah pesawat atau wahana udara lainnya terbang lebih cepat dari kecepatan suara alias supersonik. Saat itu, pesawat akan menyibak dengan cepat dan keras molekul-molekul di udara hingga menciptakan gelombang kejut.

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, mengkonfirmasi kalau satu jet tempur Rafale lepas landas dari Pangkalan Udara Saint-Dizier di Haute Marne telah mendapat izin melintas Paris. Pesawat jet dengan mesin ganda itu harus bergegas karena misi mencegat sebuah pesawat penumpang yang saat itu dilaporkan hilang kontak dengan menara kontrol penerbangan.

Keterangan itu dikuatkan Angkatan Udara Prancis yang menyatakan mengerahkan pesawat militer untuk mencegat atau menuntun pesawat hilang kontak adalah praktik normal. Si pesawat tempur disebut mengeluarkan suara dari kecepatan supersoniknya di sepanjang wilayah Timur Paris.

"Satu Rafale diiizinkan untuk terbang melampaui kecepatan suara (supersonik) untuk segera menghampiri pesawat penumpang yang sedang mengalami masalah itu," kata juru bicara Angkatan Udara Prancis kepada AFP.

Otoritas penerbangan sipil Prancis, DGAC, juga tak menganggap serius insiden Rabu siang itu. Mereka menyatakan kalau sebuah pesawat produk Embraer, Brasil, mengalami 'hilang frekuensi radio' saat terbang di sebelah barat Prancis namun kontak komunikasi itu akhirnya bisa dijalin kembali.

Dassault Rafale adalah pesawat tempur serbaguna generasi ke-4.5, bermesin dua, dan bersayap delta asal Prancis yang dibuat oleh Dassault Aviation. Rafale dirancang sebagai pesawat berpangkalan di daratan maupun di kapal induk. Tim Felce/Wikimedia Commons

DGAC mengatakan, situasi yang sama sudah berulangkali terjadi. Pada 2019, misalnya, terhitung ada sebanyak 450 situasi penerbangan abnormal di mana 210 di antaranya butuh intervensi pesawat tempur atau helikopter.

Seperti diketahui, dentuman pada Rabu siang lalu memaksa aktivitas warga di Paris berhenti sesaat bersamaan dengan tanah yang dipijak seperti bergoyang dan jendela-jendela kaca bergetar. Sebagian warga itu lalu meramaikan media sosial Twitter setempat untuk bertanya-tanya apa yang terjadi.

Baca juga:
Jet Tempur F-35B dan Pesawat Tanker Amerika Tabrakan, Satu Jatuh

"Baru saja terdengar seperti ada ledakan atau dentuman yang sangat keras dari pusat Kota Paris. Tidak tahu apa itu," bunyi cuitan satu di antaranya.

Paris normalnya adalah kawasan terbang non militer. Ini yang membuat banyak warganya terkejut-kejut mendengar dentuman yang langka tersebut.

THE LOCAL


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT