Top 3 Tekno Berita Kemarin: dari Buaya di Muara sampai Planet di Luar Galaksi
TEMPO.CO | 01/10/2020 08:46
Ilustrasi eksoplanet cincin raksasa yang berjarak 1.000 tahun cahaya. (Popular Science)
Ilustrasi eksoplanet cincin raksasa yang berjarak 1.000 tahun cahaya. (Popular Science)

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin bervariasi, dimulai dari kisah serangan buaya di sebuah desa di Teluk Sampit, Kalimantan Tengah. Penyusuran oleh tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama warga setempat mendapati lebih banyak buaya hidup di kawasan itu.

Berita kedua terpopuler kedua perihal Covid-19 yang terbukti masih bisa mewabah dengan mudah. Ini seperti yang ditemui lewat pemeriksaan sampel usap (swab test) di dua lembaga pendidikan berasrama di Yogyakarta. Kedua sekolah itu sebelumnya berinisiatif menggelar kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Tempat terakhir diisi berita penemuan potensi keberadaan planet di luar Galaksi Bima Sakti. Kalau benar terbukti, planet itu menjadi eksoplanet pertama yang diketahui berada di luar galaksi. Di dalam galaksi, para ilmuwan sejauh ini sudah menemukan ribuan planet menemani Bumi--mengorbit bintangnya masing-masing.

Berikut ini Top 3 Tekno Berita Kemarin, Rabu 30 September 2020, selengkapnya,

1. Warga Desa Ini Tak Sadari Bertetangga dengan Habitat Buaya

Masyarakat Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, diminta waspada terhadap serangan buaya. Peringatan disampaikan setelah tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyusuri sungai dari desa itu ke arah muara Sungai Mentaya pada Selasa 29 September 2020.

Baca juga:
Lagi Buang Hajat, Warga Tewas Diserang Buaya di Nabire

Tim bertolak dari lokasi serangan yang dialami kakak beradik Isnawati (27) dan Rama (19) pada Minggu malam lalu. Sepanjang penyusuran menggunakan kelotok kecil itu, tim melihat kemunculan buaya, sedikitnya empat ekor di lokasi berbeda. Buaya-buaya itu diperkirakan memiliki panjang di bawah satu meter.

BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit menyusuri muara Sungai Mentaya di Desa Lampuyang Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa 29 September 2020. Dari temuan sepanjang penyusuran itu, BKSDA menyimpulkan kawasan itu adalah habitat buaya. ANTARA/HO-BKSDA Pos Sampit

Ukuran panjang itu berbeda dari yang dikenal menyerang Isnawati dan Rama yang disebut berukuran sekitar 1,5 meter. "Lokasi serangan ternyata berada di muara Sungai Mentaya, pas di pantai, dan ternyata di sana memang habitat buaya," kata Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah, di Sampit.

2. Di Sleman, 47 Siswa Positif Covid-19 Setelah Kembali ke Sekolah Berasrama

Sebanyak 47 kasus positif Covid-19 langsung ditemukan dalam pemeriksaan di dua lembaga pendidikan berbentuk asrama di Sleman, Yogyakarta, Selasa 29 September 2020. Kedua lembaga pendidikan itu sebelumnya telah menggelar kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka. 

Hasil pemeriksaan itu diumumkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka melakukan pelacakan (tracing) terhadap kontak erat di ring satu dan dua dari dua orang yang telah lebih dulu terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona Covid-19.

Baca juga:
Kasus Covid-19 Anak Mengkhawatirkan, Yogyakarta Batal Buka Sekolah

"Hasilnya 47 peserta didik terkonfirmasi positif dan 50 peserta didik lain masih menunggu hasil swab test," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo, Selasa.

3. Pencarian Planet di Luar Galaksi Bima Sakti, Ini Kandidat yang Pertama

Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Cina menemukan bukti potensi keberadaan planet di luar Galaksi Bima Sakti. Jika terbukti benar, eksoplanet--planet di luar sistem tata surya--pertama yang ditemukan di luar galaksi itu akan diberi nama M51-ULS-1b.

Nama itu diberikan karena posisinya yang berjarak sekitar 23 juta tahun cahaya dari Bumi, di Galaksi Pusaran M51 dekat Ursa Major. Penelitinya memprediksi ukurannya sedikit lebih kecil daripada Saturnus dan mengorbit sistem bintang biner dengan jarak hampir sepuluh kali jarak Bumi-Matahari.

Ilustrasi bintang terlontar dari Galaksi Bima Sakti. Kredit: Carnegie Science/Youtube

Baca juga:
Resmikan Lab Satelit, Menristek Minta LAPAN Sampai ke Antariksa

"Ini adalah kandidat pertama untuk planet di galaksi luar," tulis penelitinya, seperti dikutip dari makalah pra publikasi di laman arXiv pada Selasa, 29 September 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT