Kuota Internet Gratis Bisa untuk WhatsApp, Cek Daftar Lengkapnya Berikut Ini
TEMPO.CO | 30/09/2020 17:15
Sejumlah pelajar mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring dengan menggunakan fasilitas perangkat daring "XL Home" di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin 3 Agustus 2020. XL Axiata menyediakan sarana akses
Sejumlah pelajar mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring dengan menggunakan fasilitas perangkat daring "XL Home" di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin 3 Agustus 2020. XL Axiata menyediakan sarana akses internet gratis berupa router untuk membantu pelajar di berbagai daerah terutama di pedesaan yang kesulitan mendapatkan akses internet dan kuota data dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian pelajar--dan orang tuanya--mengungkapkan telah mulai menerima bantuan kuota internet gratis dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bantuan dengan jumlah kuota yang berbeda berdasarkan tingkat sekolah itu rencananya akan mengalir tiap bulan hingga Desember mendatang. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengatakan bahwa bantuan internet bukan untuk bermain game dan menonton konten video. Melainkan untuk mendukung Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Penerimanya pun tak sebatas pelajar tapi juga mahasiswa serta guru dan dosen yang telah mendaftarkan nomor ponsel yang digunakannya. 

Bantuan kuota internet yang diberikan pemerintah sebesar 20 GB per bulan untuk peserta didik tingkat PAUD, 35 GB untuk pelajar SD-SMA dan 42 GB untuk pengajar PAUD-SMA. Sementara untuk mahasiswa dan dosen, kuota internet yang diberikan sebesar 50 GB.

Masing-masing kuota yang diberikan terdiri dari dua jenis, yaitu umum dan belajar. Seluruh tingkatan hanya diberikan alokasi 5 GB untuk kuota umum yaitu kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sisanya untuk belajar yakni kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran. 

Daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar itu sendiri telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam laman kuota-belajar.kemdikbud.go.id. Di sana dimuat lengkap daftarnya yang terdiri dari aplikasi, video conference, website, dan website kampus. 

Beberapa di antaranya adalah, untuk website, adalah laman buku, bersama hadapi korona, membaca digital, dan guru berbagi milik Kemdikbud. Yang lainnya seperti website cambridge english, guru daring milenial, i can do, info media, dan indihome study.

Untuk video conference, kuota internet bisa digunakan di platform,
1. Zoom
2. U meet me
3. Microsoft teams
4. Google meet
5. Cisco webex.

Baca juga:
Jelaskan Tahapan Lengkap Bantuan Kuota Internet, Nadiem Makarim: Jangan Khawatir

Sedang untuk kategori aplikasi, Kementerian telah memilihkan 19 yang bisa dituju. Berikut ini daftarnya:
1. Aplikasi dan website Aminin
2. Aplikasi dan website Ayoblajar
3. Aplikasi dan website Bahaso
4. Aplikasi dan website Birru
5. Aplikasi dan website Cakap
6. Aplikasi dan website Duolingo
7. Aplikasi dan website Edmodo
8. Aplikasi dan website Eduka system
9. Aplikasi dan website Ganeca digital
10. Aplikasi dan website Google Classroom
11. Aplikasi dan website Kipin School 4.0
12. Aplikasi dan website Microsoft Education
13. Aplikasi dan website Quipper
14. Aplikasi dan website Ruang Guru
15. Aplikasi dan website Rumah Belajar
16.Aplikasi dan website Sekolah.Mu
17. Aplikasi dan website Udemy
18. Aplikasi dan website Zenius
19. Aplikasi Whatsapp


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT