Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Badak Sumatera Tak Kawin Mendesak Diselamatkan
TEMPO.CO | 24/09/2020 23:45
Seekor badak Sumatera bercula dua (DicerorhinusSumatrensis) bernama `Harapan` berjalan di ruang karantina di hutan kawasan Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, 3 Desember 2015. ANTARA FOTO
Seekor badak Sumatera bercula dua (DicerorhinusSumatrensis) bernama `Harapan` berjalan di ruang karantina di hutan kawasan Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, 3 Desember 2015. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan populasi Badak Sumatera memuncaki Top 3 Tekno Berita Hari Ini, Kamis 24 September 2020. Badak Sumatera merayakan Hari Badak Sedunia yang jatuh 22 September lalu dengan ironi, yakni tanpa anakan. Tanpa intervensi manusia dan teknologi, populasinya yang tersisa di habitat diyakini akan segera punah dengan sendirinya.

Berita kedua mengenai calon vaksin Covid-19 di mana negara-negara maju dikabarkan telah memesan lebih dari separuh kapasitas produksi vaksin itu di dunia. Situasi ini dikecam organisasi amal antikemiskinan global Oxfam.

Berita ketiga di Top 3 Tekno Hari Ini datang dari antariksa. Sebuah asteroid seukuran bus yang baru ditemukan NASA, diberi nama 2020 SW, mendekati Bumi hingga berjarak sekitar 13 ribu mil saja. Ini jauh di bawah orbit satelit cuaca geostasioner yang terletak sekitar 22 ribu mil di atas permukaan bumi.

Berikut ini Top 3 Tekno Berita Hari Ini selengkapnya,

1. Badak Sumatera Lama Terisolir dan Tak Kawin, Pegiat: Butuh Bantuan Teknologi

Masalah reproduksi turut mengancam keberlangsungan hidup populasi satwa berkulit tebal Badak Sumatera. Penyakit seperti mioma, kista, bahkan tumor bisa saja menjangkit saluran reproduksi badak-badak itu yang terlalu lama terisolir dan tidak kawin.

Untuk menyiasatinya, selain mengevakuasi ke tempat yang layak, para pegiat konservasi badak diimbau mulai menggunakan teknologi maju untuk membantu reproduksi atau pembiakan badak. “Ini harus menjadi perhatian, kalau kita tidak mendukung dengan teknologi, mungkin kita tidak bisa menyelamatkan mereka,” ujar Direktur Yayasan Badak Indonesia, Widodo Ramono.

Dia menyampaikan itu dalam webinar Selamatkan Populasi Terakhir Badak Sumatera yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, Selasa 22 September 2020. Sebelumnya, webinar itu mengungkap kalau populasi Badak Sumatera di Indonesia yang tersisa saat ini di habitatnya tidak sampai 100 individu.

2. Negara-negara Kaya Borong Lebih dari Setengah Calon Vaksin Covid-19

Negara-negara kaya, di antaranya Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jepang, telah membeli lebih dari separuh pasokan vaksin Covid-19 yang diperkirakan bakal tersedia, demikian menurut organisasi amal antikemiskinan global Oxfam.

Negara-negara kaya telah membeli 51 persen dari dosis kandidat vaksin Covid-19 terdepan yang dijanjikan bakal ada, meskipun jumlah mereka hanya sekitar 13 persen dari populasi dunia, papar Oxfam dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs webnya pada Kamis pekan lalu.

Lembaga nonprofit tersebut menganalisis lima kesepakatan yang diteken antara pemerintah dan sejumlah perusahaan farmasi, di antaranya AstraZeneca, Gamaleya/Sputnik, Moderna, Pfizer, dan Sinovac, yang memiliki kapasitas produksi gabungan untuk menghasilkan 5,9 miliar dosis.

3. Asteroid Seukuran Bus Akan Memasuki Orbit Satelit Bumi Hari Ini

Sebuah asteroid yang baru ditemukan NASA bernama 2020 SW akan mendekati Bumi hari ini, Kamis, 24 September 2020. Posisi asteroid itu akan sangat dekat dengan bumi, sehingga gravitasi kita akan mengubah kecepatan dan lintasannya.

Ditemukan pada 18 September, di Tucson, Arizona, asteroid seukuran bus sekolah yang diperkirakan berdiameter antara 15-30 kaki itu diperkirakan akan melewati permukaan planet kita dengan jarak sekitar 13.000 mil. Ini jauh di bawah orbit satelit cuaca geostasioner kita yang terletak sekitar 22.000 mil di atas permukaan bumi.

Titik terdekatnya ke bumi akan terjadi sekitar pukul 7:12 AM ET pada hari Kamis atau 18.12 WIB Kamis, saat ia mengitari Samudra Pasifik Tenggara, dekat Australia dan Selandia Baru.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT