Gajah Mati di Pidie Diteliti, Dugaan Awal Akibat Setrum Pagar
TEMPO.CO | 12/09/2020 09:51
Petugas mengamati bangkai Gajah Sumatera yang ditemukan mati di Desa Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 9 September 2020. Gajah liar itu ditemukan mati di kebun milik warga. ANTARA/Joni Saputra
Petugas mengamati bangkai Gajah Sumatera yang ditemukan mati di Desa Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 9 September 2020. Gajah liar itu ditemukan mati di kebun milik warga. ANTARA/Joni Saputra

TEMPO.CO, Banda Aceh - Terkuak  penyebab kematian seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatramus) di kebun warga di Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh. Diduga, gajah jantan berusia kurang dari 20 tahun itu mati tersengat listrik.

Gajah itu ditemukan telah mati pada Rabu 9 September 2020. Lokasi temuan tepatnya di perkebunan warga Gampong Tuha Lala. "Hasil nekropsi tim medis di lapangan, dugaan awal gajah tersebut mati tersengat listrik," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto, Jumat 12 September 2020.

Agus Arianto mengatakan tim medis sudah mengambil sampel untuk pengujian laboratorium guna memastikan apakah ada penyebab selain sengatan listrik. Dugaan awal dibuat berdasarkan keberadaan pagar-pagar yang dialiri listrik untuk melindungi kebun.

"Perlu penertiban terhadap pagar-pagar itu sebab sengatan listrik tidak hanya berbahaya dan menyebabkan kematian satwa, tetapi juga manusia," katanya.

Terkait gajah tersebut terpisah dari kawanan, Agus Arianto mengatakan hal itu biasa. Gajah-gajah muda biasanya berpisah dari kawanannya untuk mencari makan, kemudian bergabung kembali.

Agus menegaskan Gajah Sumatera merupakan satwa liar yang dilindungi. Berdasarkan data organisasi konservasi alam dunia, IUCN, populasi hewan besar jenis ini hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Tapi kini termasuk spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

"Kerusakan habitat gajah dapat menimbulkan konflik dengan manusia. Konflik ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi dan korban jiwa bagi manusia maupun keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut," kata Agus Arianto.

Baca juga:
BKSDA Gunakan Mercon untuk Cegah Gangguan Gajah di Aceh Barat

Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar Gajah Sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT