Gunung Sinabung Erupsi, BPBD Upayakan Pengisap Debu untuk Tanaman
TEMPO.CO | 20/08/2020 06:24
Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Desa Suka Nalu, Karo, Sumatera Utara, Jumat, 14 Agustus 2020. ANTARA/Tibta Peranginangin
Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Desa Suka Nalu, Karo, Sumatera Utara, Jumat, 14 Agustus 2020. ANTARA/Tibta Peranginangin

TEMPO.CO, Medan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo mengupayakan alat pengisap untuk membersihkan tanaman dari pengaruh debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

"Alat tersebut masih diusahakan penambahan untuk mengatasi debu menempel di tanaman," ujar Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin, dihubungi dari Medan, Rabu, 19 Agustus 2020.

Ia mengatakan, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ketika meninjau lahan pertanian kentang di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, Selasa, yang terpapar debu vulkanik erupsi Sinabung, meminta agar tanaman yang masih bisa diselamatkan segera diupayakan alat pengisap debu yang sudah diturunkan dari Provinsi Sumut.

Sebelumnya, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu kembali erupsi hingga enam kali sekitar pukul 00.00 hingga pukul 06.00 WIB dan menyemburkan debu vulkanik setinggi 50-1.000 meter dari atas puncak kawah.

Berdasarkan informasi KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, teramati letusan Sinabung dengan tinggi 2.000 meter dan warna asapnya kelabu.

Selain itu, embusan erupsi Gunung Sinabung sebanyak enam kali, terekam dengan amplitudo 7-18 mm, dan durasi 20-80 detik.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT