Prancis Alami Lonjakan Harian Terbesar Kasus Covid-19 Sejak Akhir April
TEMPO.CO | 08/08/2020 21:33
Para penumpang yang mengenakan masker terlihat di Bandara Orly Paris, tak jauh dari Paris, Prancis, pada 26 Juni 2020. Bandara ini dibuka setelah hampir tiga bulan ditutup karena krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19. (Xinhua/Aurelien Morissard)
Para penumpang yang mengenakan masker terlihat di Bandara Orly Paris, tak jauh dari Paris, Prancis, pada 26 Juni 2020. Bandara ini dibuka setelah hampir tiga bulan ditutup karena krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19. (Xinhua/Aurelien Morissard)

TEMPO.CO, Paris - Prancis pada Jumat, 7 Agustus 2020, melaporkan 2.288 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, menjadikannya lonjakan harian terbesar sejak akhir April.

Dalam sepekan terakhir, Prancis mencatatkan lebih dari 9.330 kasus baru, menambah jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di negara itu menjadi 197.921, menurut Kementerian Kesehatan Prancis.

Sejak 9 Mei ketika pemerintah Prancis memulai pelonggaran karantina wilayah (lockdown) secara bertahap, sekitar 787 klaster terdeteksi dan 288 di antaranya masih aktif. Selama 24 jam terakhir, 21 klaster teridentifikasi.

"Indikatornya memburuk, membuktikan peredaran virus yang lebih aktif di seluruh wilayah, terutama di kalangan kaum muda," tegas pihak kementerian.

"Kita harus memperkuat kewaspadaan, memobilisasi diri untuk mematuhi langkah-langkah pembatasan, dan tindakan yang berakal sehat dalam perang melawan epidemi Covid-19," katanya.

Per Jumat, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat inap turun 49 menjadi 5.011 orang, melanjutkan tren penurunan yang terlihat selama dua setengah bulan.

Saat ini, 383 orang membutuhkan perawatan intensif, berkurang tujuh dari jumlah pada Kamis, sementara tercatat 12 kematian baru akibat virus corona, sehingga total kematian menjadi 30.324.

Para ilmuwan Prancis memperkirakan gelombang kedua virus corona dapat melanda negara itu pada musim gugur atau musim dingin, sebagai akibat dari membaurnya masyarakat dan tidak adanya langkah-langkah jaga jarak dan pembatasan selama liburan musim panas, menurut laporan media setempat.

Mereka meminta pihak berwenang Prancis untuk mengantisipasi semua skenario yang mungkin terjadi dan menyiapkan rencana pencegahan untuk wilayah-wilayah metropolitan terpadat di negara itu, serta mempertimbangkan lockdown lokal sesuai situasi epidemi.

ANTARA | XINHUA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT