Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Tank Amerika dan Harimau India
TEMPO.CO | 01/08/2020 23:53
Tank M1 Abrams milik tentara AS bersiap melepaskan tembakan meriam dalam latihan tempur usai upacara peresmian pelatihan militer bilateral antara tentara AS dan Polandia di Zagan, Polandia, 30 Januari 2017. REUTERS/Kacper Pempel
Tank M1 Abrams milik tentara AS bersiap melepaskan tembakan meriam dalam latihan tempur usai upacara peresmian pelatihan militer bilateral antara tentara AS dan Polandia di Zagan, Polandia, 30 Januari 2017. REUTERS/Kacper Pempel

TEMPO.CO, Jakarta - Artikel tentang teknologi militer tank tempur utama Amerika Serikat, M1A2 Abrams, memuncaki Berita Top 3 Tekno Hari Ini, Sabtu 1 Agustus 2020. Namun yang diberitakan kali ini adalah insiden tembak teman sendiri alias friendly fire yang terjadi dalam latihan persenjataan. Investigasi atas insiden tersebut semakin penting karena kedua tank sebenarnya berada pada jarak yang cukup jauh, yakni 2,6 kilometer.

Artikel terpopuler kedua adalah kasus Covid-19 di kampus yang kembali terjadi. Kali ini di Universitas Andalas Padang di mana sebanyak empat dosen di Fakultas Ekonomi diumumkan terkonfirmasi positif infeksi virus corona. Sebelumnya kasus Covid-19 juga dilaporkan terjadi, antara lain, di Universitas Sumatera Utara dan IAIN Bengkulu yang sama-sama melibatkan rektornya sebagai korban infeksi.

Top 3 Tekno Hari Ini digenapi oleh artikel populasi harimau yang terdata bertambah berlipat ganda di lima negara: Bhutan, Cina, India, Nepal, dan Rusia. Data dibandingkan dengan ketika program inisiatif diluncurkan pada 2010 ketika jumlah kucing besar itu di habitat liarnya terendah dalam sejarah d dunia.

Berikut ini, berita selengkapnya ketiga artikel tersebut

 

1. Tank Amerika Tembak Teman Sendiri, yang Mengejutkan adalah Jaraknya

Tank Amerika, M1A2 Abrams, menembak teman sendiri (friendly fire) dalam sebuah latihan persenjataan. Ini seperti yang dilaporkan Popular Mechanics dalam artikelnya 27 Juli 2020.

Korban dari insiden itu dilaporkan dalam kondisi stabil dan diharapkan segera pulih. Namun penyelidikan terus berjalan. Insiden tersebut menggarisbawahi tank kini lebih berbahaya dan mematikan karena tembakan itu tepat sasaran padahal kedua tank berjarak sejauh 2,6 kilometer.

Tank tempur utama (Main Battle Tank/MTB) M1A2 Abrams adalah tank andalan angkatan darat Amerika Serikat. Tank M1A2 merupakan upgrade dari tipe M1 Abrams. MBT M1A1/2 Abrams dibuat oleh General Dynamics Land Systems (GDLS). Tank M1 pertama diproduksi pada 1978, tipe M1A1 pada 1985, dan tipe M1A2 pada 1986. armsofwar.ru

Insiden tembak teman sendiri itu awalnya muncul di Defence Blog dan belakangan telah dibenarkan oleh Army Times. Seorang staf humas dari Divisi Artileri 1, Angkatan Darat Amerika Serikat, mengatakan tidak akan ada keterangan tambahan hingga investigasi rampung dilakukan.

2. Covid-19 di Kampus, Giliran Universitas Andalas Laporkan 4 Dosen Positif

Sebanyak empat dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang terkonfirmasi positif infeksi virus corona penyebab Covid-19. Hasil tersebut didapat dari pemeriksaan sampel usap atau swab test yang dilakukan Laboratorium Fakultas Kedokteran kampus itu.

"Benar, empat yang positif, dua di antaranya pulang dari bepergian ke luar kota," kata Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Efa Yonnedi, saat dikonfirmasi di Padang, Jumat malam 31 Juli 2020.

Menurut Efa, penelurusan riwayat kontak telah langsung dilakukan terhadap sesama kolega dosen dan tenaga kependidikan lainnya untuk melaksanakan tes usap. Imbauan isolasi mandiri juga telah disampaikan kepada mereka yang termasuk dalam daftar riwayat kontak itu.

3. Populasi Harimau Kembali Berkembang di Negara-negara Ini

Dua anak harimau dan induknya bersatu kembali setelah terpisah karena asyik bermain di kolam air Taman Nasional Bandhavgarh, India. Seorang fotografer bernama David Jenkins berhasil mengabadikan peristiwa unik ini. Dailymail.co.uk/Cater News Agency

Populasi harimau terdata bertambah berlipat ganda di lima negara: Bhutan, Cina, India, Nepal, dan Rusia. Data saat ini dibandingkan dengan ketika program inisiatif TX2 diluncurkan pada 2010 ketika jumlah kucing besar itu di habitat liarnya terendah dalam sejarah.

Saat itu populasi harimau liar di dunia terhitung hanya 3200 ekor yang tersebar di 13 negara. Program itu bertujuan melipatgandakan jumlah populasi yang tersisa di habitatnya pada 2022.

Hasilnya, jumlah harimau liar di India, misalnya, telah berkembang menjadi 2600-3350 ekor pada 2018. Angka yang menyusun tiga per empat populasi harimau di dunia saat ini tersebut melonjak dua kali lipat lipat dari populasinya pada 2006.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT