Bio Farma Targetkan Vaksin Covid-19 Merah Putih Rampung 2022
TEMPO.CO | 31/07/2020 08:47
Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan Bio Farma menyiapkan dua skema dalam pengembangan vaksin Covid-19. Jangka pendek dengan kolaborasi internasional dengan Sinovac serta Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan jangka panjang melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

“Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 bertujuan untuk membangun suatu kemandirian nasional dalam hal memproduksi vaksin Covid-19,” kata dia pekan ini.

Pengembangan vaksin bersama Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 itu melibatkan sejumlah lembaga. Lembaga Eijkman bertugas mengembangkan kandidat vaksin, dan Bio Farma yang akan memproduksinya.

“Tahap awal, Lembaga Eijkman akan mengirimkan prototipe kandidat vaksin ke Bio Farma pada Februari 2021. Selanjutnya Bio Farma akan melakukan pengembangan,” kata Honesti.

Honesti mengatakan, pengembangan vaksin dari Lembaga Eijkman tersebut akan dimulai dengan produksi prototipe kandidat vaksin tersebut. Selanjutnya vaksin akan mengikuti sejumlah pengujian sebelum bisa diproduksi masal.

“Bio Farma akan melanjutkan pengembangan dengan memulai up scaling untuk skala produksi yang akan dilakukan pada Q2 2021, yang diikuti oleh pre-klinis, Uji Klinis fase 1, Uji Klinis 2 dan Uji Klinis 3, yang akan dimulai pada Q4 2021,” kata Honesti.

Honesti mengatakan, jika lancar, vaksin merah putih untuk Covid-19 itu akan rampung dua tahun lagi. “Jika hasilnya baik, vaksin merah-putih akan tersedia untuk masyarakat pada tahun 2022,” kata dia.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengunjungi Bio Farma untuk melihat kesiapan fasilitas produksi vaksin pada, Rabu, 29 Juli 2020.

Bio Farma saat ini bekerja sama dengan Sinovac, perusahaan asal Tiongkok untuk pengembangan vaksin Covid-19, bersamaan juga menyiapkan pengembangan vaksin merah-putih bersama Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, yang dipimpin oleh Lembaga Eijkman.

“Kami ingin melihat kesiapan Bio Farma dalam memproduksi vaksin Covid-19, merah-putih yang sedang dikembangkan oleh Eijkman, dengan platform protein rekombinan, yang berbeda dengan platform dari Sinovac yaitu inactivated," kata Bambang.

"Ternyata, Bio Farma memiliki kemampuan untuk memproduksi dari berbagai macam platform. Tapi yang paling penting adalah, kita harus mampu dan mandiri untuk bisa menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.

AHMAD FIKRI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT