KBM Tatap Muka, Menteri Nadiem Minta Sekolah Tak Paksa Murid
TEMPO.CO | 09/07/2020 04:00
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Juli 2020. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbud)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Juli 2020. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbud)

TEMPO.CO, Sukabumi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengingatkan sekolah agar tidak memaksa muridnya untuk belajar di sekolah di masa pandemi Covid-19. Dia menujukan peringatannya itu kepada sekolah-sekolah yang akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka langsung, Senin 13 Juli 2020.

"Sekolah harus fleksibel. Jika ada orang tua murid yang masih khawatir anaknya masuk kembali ke sekolah, mereka bisa memilih belajar di rumah dan sekolah harus tetap melayani serta memberikan pendidikan mata pelajaran bisa melalui daring atau online," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Juli 2020.

Selain itu, orang nomor satu di Kemendikbud RI ini juga mengingatkan pihak sekolah juga tidak boleh mendiskriminasi, baik dari sisi nilai mata pelajaran dan lainnya, kepada pelajar yang ingin melaksanakan KBM jarak jauh. Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan seluruh murid dan juga guru.

"Seperti di Kota Sukabumi ini yang sudah berstatus zona hijau dan pekan depan akan kembali melaksanakan KBM tatap muka di sekolah untuk sekolah tingkat menengah," katanya di SMAN 4 Kota Sukabumi yang dipilih menjadi percontohan dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di daerah zona hijau Covid-19.

Di SMAN 4 Kota Sukabumi pun, Nadiem menambahkan, menyediakan sistem pembelajaran secara daring, seperti melalui live streaming. Dengan cara itu, pelajar yang belum bisa masuk sekolah untuk tatap muka tetap bisa mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh para gurunya.

Selebihnya, SMAN 4 disebutnya membagi tiga giliran pembelajaran, sehingga tidak semua pelajar masuk di waktu yang bersamaan agar penerapan protokol kesehatan tetap terlaksana. Selain itu, menyediakan wastafel portabel agar seluruh pelajar yang akan masuk, beraktivitas, dan pulang sekolah melakukan cuci tangan menggunakan sabun. Lainnya lagi, di pintu gerbang sekolah sudah tersedia cairan pembersih tangan serta alat pengukur suhu tubuh.

"Saya mengapresiasi langkah SMAN 4 Kota Sukabumi yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya menjelang dibukanya kembali KBM tatap muka di sekolah, berbagai peralatan dan perlengkapan mulai dari wastafel portable, hand sanitizer hingga perlengkapan live streaming untuk murid yang memilih belajar di rumah," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT