Mendikbud Nadiem Makarim Buat Pelajar di Sukabumi Terpukau
TEMPO.CO | 08/07/2020 22:10
Mendikbud RI Nadiem Makarim meninjau SMAN 4 Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu 8 Juli 2020, terkait persiapan dibukanya kembali pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah yang rencananya mulai Senin 13 Juli 2020. (Antara/Aditya Rohman)
Mendikbud RI Nadiem Makarim meninjau SMAN 4 Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu 8 Juli 2020, terkait persiapan dibukanya kembali pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah yang rencananya mulai Senin 13 Juli 2020. (Antara/Aditya Rohman)

TEMPO.CO, Sukabumi - Pelajar Sukabumi terkagum-kagum oleh sosok Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Mereka menjadikannya sebagai sumber inspirasi dan pembawa semangat perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

Seperti yang dikatakan Ketua OSIS SMA Negeri 4 Kota Sukabumi Fahri Rizki. Meskipun baru pertama kali bertatap muka dengan Nadiem, Fahri menilai eks bos Gojek itu memberikan banyak pemahaman tentang konsep merdeka belajar dan yakin ke depannya bakal terjadi revolusi pendidikan.

"Tadi di sekolah Mendikbud Nadiem mengatakan kita tidak akan sukses menjadi kuda apabila berlatih seperti monyet. Inilah konsep merdeka belajar, dari sini saya melihat beliau sangat paham soal pendidikan yang sesuai dengan kemajuan zaman," katanya, Rabu 8 Juli 2020.

Ditemui di tempat yang sama, Duta Literasi SMA Negeri 4 Sukabumi Alya Zahra Sabira mengaku sangat kagum dengan sosok Nadiem Makarim yang disebutnya inovatif namun ramah. Terlebih Nadiem, lulusan Sekolah Bisnis Universitas Harvard,  di usianya yang masih muda dipercaya Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ketika berinteraksi langsung saat kunjungan ke SMAN 4 Kota Sukabumi, beliau banyak memberikan inovasi bagaimana belajar secara menyenangkan dan inspirasi untuk meniti masa depan, serta Pak Nadiem orangnya sangat ramah," katanya.

Menurutnya, kepribadian Menteri Nadiem menumbuhkan optimisme bahwa sistem pendidikan akan semakin melesat di Indonesia. Dia semakin yakin setelah pria berusia 36 tahun tersebut mengapresiasi literasi membaca di perpustakaan milik SMAN 4 Kota Sukabumi dengan menyebut, 'tidak membosankan'.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT