4 Kiat Sukses Hadapi UTBK dari goKampus
TEMPO.CO | 30/06/2020 09:51
Ilustrasi UTBK (ujian tulis berbasis komputer). TEMPO/Tony Hartawan
Ilustrasi UTBK (ujian tulis berbasis komputer). TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Hiruk pikuk menjelang pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer atau UTBK untuk pendaftaran mahasiswa baru perguruan tinggi negeri menyita perhatian luas. Termasuk dari aplikasi goKampus. Ini adalah aplikasi di smartphone yang bisa digunakan untuk membantu proses pendaftaran ke perguruan tinggi swasta.

Berkat fitur Instant Approval di aplikasi goKampus, calon mahasiswa bisa mendaftar ke PTS ternama cukup dengan mengunggah foto nilai rapor dan hasilnya langsung diumumkan dalam hitungan menit dan gratis. "Untuk pertama kalinya di Indonesia, calon mahasiswa bisa mendaftar ke ratusan universitas swasta hanya lewat satu aplikasi pendaftaran saja di goKampus,” jelas Nathanael Santoso, CEO goKampus, dalam siaran persnya, Selasa 30 Juni 2020.

Dalam keterangan tertulis itu dibagikan pula sejumlah saran untuk 636.586 orang yang telah terdaftar sebagai peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Mereka akan bersaing melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang penyelenggaraannya tahun ini mengalami sejumlah modifikasi terutama karena pandemi Covid-19.

Rencananya gelombang pertama UTBK akan dimulai 5-14 Juli 2020, selanjutnya dimulai 20-29 Juli 2020. Setiap hari hanya akan digelar dua sesi ujian dari jadwal semula empat kali. Berikut empat kiat yang dibagikan goKampus,

1. Memahami Seluk Beluk UTBK

UTBK tahun ini hanya akan mengujikan Tes Potensi Skolastik (TPS). Dengan begitu, peserta tidak perlu lagi mempersiapkan diri untuk Tes Kompetensi Akademik (TKA) seperti tahun-tahun sebelumnya. TPS memiliki empat sub tes, yakni penalaran umum, pemahaman bacaan, pengetahuan umum, dan pengetahuan kuantitatif.

Agar diketahui juga, pada tahun ini akan ada sekitar 20 persen dari komposisi pertanyaan yang akan menggunakan bahasa Inggris. Durasi ujian dan jumlah soal tahun ini juga berubah. Bila tahun lalu jumlah soalnya ada 80 dan durasinya 120 menit, tahun ini berkurang menjadi 105 menit, dengan jumlah soal lebih sedikit meskipun belum diumumkan pastinya.

2. Rutin Latihan

Zanira Fachri, mahasiswi Universitas Indonesia angkatan 2015, berbagi kunci sukses yakni sering-sering latihan soal. "Ulik soal dari tahun terlama sampai yang terbaru,” katanya. Kemudian, cari referensi dari sumber lain, jangan mengandalkan satu atau dua sumber saja karena pasti akan ada perbedaan.

Contoh hasil tes UTBK sesi pertama tahun sebelumnya. (LTMPT)


Naomi Maria Neysa, mahasiswi ITB angkatan 2016, menyarankan untuk mematok target passing grade saat mengerjakan latihan atau tryout. “Setelah mengetahui jurusan mana yang menjadi target utama, segera pasang target nilai minimum (passing grade) berdasarkan hasil SBMPTN tahun sebelumnya," katanya sambil menambahkan, perlu fokus belajar dan mengurangi porsi kegiatan lain, seperti main game atau nonton film.

3. Pastikan Kondisi Fit Saat Ujian

Saran ini diberikan Rachmah Pristiana, mahasiswa IPB angkatan 2015, yang mengingatkan peserta didik untuk menjaga kondisi badan. "Jangan begadang di hari-hari sebelumnya agar fisik saat mengerjakan tes bisa fokus dan tidak drop,” ujarnya. Peserta juga sebaiknya tiba di lokasi ujian minimal satu jam sebelum tes."Dan yang terpenting, adalah selalu berdoa," katanya menambahkan.

4. Siapkan Rencana B

Faktanya, hanya 23 persen dari jumlah total peserta terdaftar ujian yang akan diterima ke PTN yang dipilih. Hal ini tidak menandakan bahwa 77 persen peserta tidak layak dalam pilihannya, namun memang adanya keterbatasan kuota penerimaan dalam universitas negeri. Jika tidak mungkin menunda masuk PTN tahun berikutnya, segera tentukan pilihan untuk masuk PTS sesuai pilihan dan harapan.

"Menurut saya, yang lebih penting itu adalah peminatan jurusan kita, tidak hanya semata lulus di PTN. Karena takutnya kuliah jadi tidak maksimal bila tidak sesuai dengan passion," kata Rachmah.

Dalam beberapa tahun terakhir, dia menyebutkan, kualitas PTS juga naik daun dan menghasilkan banyak lulusan berkualitas internasional. Peringkat universitas dunia dari QS World University Ranking 2021 pun menunjukkan bahwa 23 persen dari daftar universitas terbaik Indonesia merupakan PTS.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT