Virus Corona di Afrika Tak Seganas di Tempat Lain, Ini Sebabnya
TEMPO.CO | 24/05/2020 11:46
Warga mengantre panjang untuk membeli bahan makanan di toko Pick n Pay, menjelang diberlakukannya lockdown selama 21 hari, sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona di Johannesburg, Afrika Selatan, 24 Maret 2020. REUTERS/Siphiwe Sibeko
Warga mengantre panjang untuk membeli bahan makanan di toko Pick n Pay, menjelang diberlakukannya lockdown selama 21 hari, sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona di Johannesburg, Afrika Selatan, 24 Maret 2020. REUTERS/Siphiwe Sibeko

TEMPO.CO, Jakarta - WHO mencatat virus corona Covid-19 telah menyebar ke setiap negara di Afrika sejak kasus pertama dikonfirmasi di benua itu 14 minggu lalu. Hingga Sabtu 2 Mei 2020, total sudah ada lebih dari 100 ribu kasus infeksi dengan 3.100 kematian.

Menurut Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti, tingkat kematian itu relatif rendah di antara 1,3 miliar penduduk benua itu. Matshidiso mengatakan, Afrika telah dihindarkan dari tingginya jumlah kematian yang telah menghancurkan wilayah lain di dunia. 

Eropa, dia membandingkan, memiliki lebih dari 4.900 kematian ketika virus yang sama menjalari 100 ribu penduduknya. Pandemi Covid-19 diduganya berkembang berbeda di Afrika. 

"Meskipun begitu tidak boleh dibuai dengan rasa puas diri karena sistem kesehatan kita rapuh dan kurang mampu mengatasi peningkatan kasus yang tiba-tiba," kata dokter asal Botswana itu.

Sekitar setengah dari negara-negara Afrika mengalami penularan virus dari masyarakatnya. Jumlah kasus Covid-19 meningkat hingga 50 persen di sembilan negara Afrika dalam sepekan terakhir, sementara kasus di negara lain menurun atau berada pada angka stabil.

Tingkat kematian yang rendah mungkin disebabkan demografi unik Afrika di mana separuh populasinya berusia 25 tahun atau lebih muda. Seperti diketahui, orang berusia lanjut memiliki risiko lebih tinggi dari infeksi virus corona Covid-19. "Di Eropa hampir 95 persen dari korban meninggal dialami mereka yang berusia lebih dari 60 tahun." 

Namun, WHO mengungkapkan kekhawatiran penyakit masih akan menyebar di Afrika dengan "kesenjangan yang signifikan" dalam layanan perawatan intensif, oksigen medis, dan ventilator tersebut. 

REUTERS | NEWS.SKY


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT