Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Hacker Jual Rahasia Trump, Covid-19
TEMPO.CO | 20/05/2020 19:42
Presiden AS Donald Trump menghadiri pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 April 2020. Amerika Serikat adalah donor keseluruhan terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa, menyumbang lebih dari US$
Presiden AS Donald Trump menghadiri pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 April 2020. Amerika Serikat adalah donor keseluruhan terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa, menyumbang lebih dari US$ 400 juta (Rp 6,2 triliun) pada 2019, sekitar 15% dari anggarannya. [REUTERS / Leah Millis]

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang kelompok hacker (peretas) REvil, yang dicap sebagai teroris setelah mengancam akan mengungkapkan 'rahasia memalukan' Trump jika tebusan senilai US$ 42 juta (Rp 624 miliar) tidak dibayar, telah mengeluarkan pernyataan lain melalui web gelap.

Berita terpopuler selanjutnya, Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang, Sutopo Patriajati, meminta jajarannya mewaspadai penurunan semu angka pemeriksaan sampel Covid-19. "Beberapa waktu terakhir ini jumlah swab test yang diperiksa di laboratorium RSND relatif menurun," kata Sutopo di Semarang, Selasa 19 Mei 2020.

Lainnya, Pejabat Korea Selatan melaporkan hampir 300 pasien terinfeksi Covid-19 yang dites positif untuk kedua kalinya tidak menulari orang lain. Temuan awal yang dirilis Senin, 18 Mei 2020, oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), mengungkapkan gagasan bahwa mereka yang terinfeksi mengembangkan kekebalan terhadap penyakit ini.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Hacker: Rahasia Memalukan Trump Telah Terjual ke Peminat

Presiden AS Donald Trump menghadiri pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 April 2020. Amerika Serikat adalah donor keseluruhan terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa, menyumbang lebih dari US$ 400 juta (Rp 6,2 triliun) pada 2019, sekitar 15% dari anggarannya. [REUTERS / Leah Millis]

Kelompok hacker (peretas) REvil, yang dicap sebagai teroris setelah mengancam akan mengungkapkan 'rahasia memalukan' Trump jika tebusan senilai US$ 42 juta (Rp 624 miliar) tidak dibayar, telah mengeluarkan pernyataan lain melalui web gelap.

Cap teroris telah memicu respons marah dan cepat dari operator ransomware REvil pada 17 Mei, sebagaimana dilaporkan Forbes, Senin, 18 Mei 2020.

Dalam posting yang panjang di web gelap, mereka mengatakan bahwa "Tuan Pengacara mengatakan bahwa Donald belum pernah menjadi klien mereka. Dan dia mengatakan bahwa kami menggertak. Baiklah. Bagian pertama, dengan informasi yang paling tidak berbahaya, kami akan posting di sini."

2. Sampel Swab Test Corona Merosot di Rumah Sakit Diwaspadai Semu



Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang, Sutopo Patriajati, meminta jajarannya mewaspadai penurunan semu angka pemeriksaan sampel Covid-19. "Beberapa waktu terakhir ini jumlah swab test yang diperiksa di laboratorium RSND relatif menurun," kata Sutopo di Semarang, Selasa 19 Mei 2020.

Padahal, kata dia, pada dua pekan sebelumnya swab test di rumah sakit milik Universitas Diponegoro Semarang ini dilakukan terhadap 400 hingga 600 sampel per hari. Ia menduga ada sejumlah penelusuran yang masih berjalan sehingga belum bisa diperoleh sampel swab tes untuk diperiksa.

Sutopo meminta jangan sampai menurunnya jumlah sampel yang dites tersebut ikut menurunkan kewaspadaan terhadap upaya pencegahan Covid-19. Terlebih, dia menambahkan, masih ditemukan upaya untuk mudik yang lolos dari pengawasan.

3. Kebal, Pasien Covid-19 Terinfeksi Ulang Ditemukan Tidak Menular

Staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat tes 'drive-thru' virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, 3 Maret 2020. Proses tes ini hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Pejabat Korea Selatan melaporkan hampir 300 pasien terinfeksi Covid-19 yang dites positif untuk kedua kalinya tidak menulari orang lain. Temuan awal yang dirilis Senin, 18 Mei 2020, oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), mengungkapkan gagasan bahwa mereka yang terinfeksi mengembangkan kekebalan terhadap penyakit ini.

Para pejabat memantau 285 pasien pulih yang sekali lagi dites positif dan menemukan bahwa tidak ada dari 790 orang yang berhubungan dengan mereka yang terinfeksi virus corona. Akibatnya, Korea Selatan mencabut persyaratan karantina untuk pasien yang pulang, demikian dikutip laman New York Post, Selasa, 19 Mei 2020.

Negeri Gingseng itu mengganti istilah "relaps" menjadi "redetected" dalam menggambarkan pasien yang dites positif lagi. Per Selasa malam, 19 Mei 2020, Korea Selatan memiliki total 11.065 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT