Kebal, Pasien Covid-19 Terinfeksi Ulang Ditemukan Tidak Menular
TEMPO.CO | 20/05/2020 09:03
Staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat tes 'drive-thru' virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, 3 Maret 2020.  Proses tes ini hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. REUTERS
Staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat tes 'drive-thru' virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, 3 Maret 2020. Proses tes ini hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat Korea Selatan melaporkan hampir 300 pasien terinfeksi Covid-19 yang dites positif untuk kedua kalinya tidak menulari orang lain.

Temuan awal yang dirilis Senin, 18 Mei 2020, oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), mengungkapkan gagasan bahwa mereka yang terinfeksi mengembangkan kekebalan terhadap penyakit ini.

Para pejabat memantau 285 pasien pulih yang sekali lagi dites positif dan menemukan bahwa tidak ada dari 790 orang yang berhubungan dengan mereka yang terinfeksi virus corona. Akibatnya, Korea Selatan mencabut persyaratan karantina untuk pasien yang pulang, demikian dikutip laman New York Post, Selasa, 19 Mei 2020.

Negeri Gingseng itu mengganti istilah "relaps" menjadi "redetected" dalam menggambarkan pasien yang dites positif lagi. Per Selasa malam, 19 Mei 2020, Korea Selatan memiliki total 11.065 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Menurut Wall Street Journal, lebih dari 470 pasien yang dipulihkan telah dinyatakan positif untuk kedua kalinya dan petugas kesehatan mempertanyakan apakah virus tersebut telah diaktifkan kembali, berlawanan dengan pasien yang terinfeksi ulang.

Jeong Eun-kyeong, direktur KCDC, mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan mengapa pasien dinyatakan positif. Jeong sebelumnya menyarankan bahwa virus itu mungkin aktif kembali setelah tidak aktif pada pasien, sebagai lawan dari mereka yang terinfeksi ulang.

NEW YORK POST | WALL STREET JOURNAL



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT