Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Virus Corona Baru Dominan, Supermoon
TEMPO.CO | 07/05/2020 20:49
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis baru virus corona yang telah menjadi dominan di seluruh dunia dan tampaknya lebih menular daripada versi yang menyebar pada hari-hari awal pandemi Covid-19, menurut sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ilmuwan di Los Alamos National Laboratory.

Berita terpopuler selanjutnya, peristiwa supermoon terakhir tahun ini bisa disaksikan di langit pada Rabu dan Kamis malam ini, 6-7 Mei 2020. Supermoon keempat pada 2020 ini dijuluki Flower Moon karena bertepatan dengan bulan musim semi di belahan Bumi Utara di mana bunga-bunga mulai bermekaran.

Juga, dokter spesialis paru-paru Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP Persahabatan, Andika Chandra Putra, menyebut tiga kemungkinan seseorang bisa kembali positif Covid-19 setelah sempat dinyatakan sembuh. Dia merujuk kepada kasus yang dialami seorang ajudan Gubernur Sumatera Utara.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Ahli Temukan Virus Corona Dominan, Lebih Menular dari Jenis Awal

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

Para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis baru virus corona yang telah menjadi dominan di seluruh dunia dan tampaknya lebih menular daripada versi yang menyebar pada hari-hari awal pandemi Covid-19, menurut sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ilmuwan di Los Alamos National Laboratory.

Jenis baru itu muncul pada bulan Februari di Eropa, bermigrasi dengan cepat ke Pantai Timur Amerika Serikat dan telah menjadi jenis dominan di seluruh dunia sejak pertengahan Maret, tulis para ilmuwan, sebagaimana dikutip LA Times, Selasa, 5 Mei 2020.

Selain menyebar lebih cepat, virus itu mungkin membuat orang rentan terhadap infeksi kedua setelah pertarungan pertama dengan penyakit tersebut, laporan itu memperingatkan.

2. Menikmati Supermoon Terakhir 2020, Catat Waktunya

Bulan purnama atau Supermoon terlihat di Desa Alue Raya, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Rabu, 6 Mei 2020. Fenomena supermoon terakhir pada 2020 bernama “flower moon” ini bisa terlihat jelas diseluruh Dunia dimana posisi bulan terdekat dengan bumi dan dapat disaksikan mulai 6 Mei 2020 hingga tiga hari ke depan. ANTARA

Peristiwa supermoon terakhir tahun ini bisa disaksikan di langit pada Rabu dan Kamis malam ini, 6-7 Mei 2020. Supermoon keempat pada 2020 ini dijuluki Flower Moon karena bertepatan dengan bulan musim semi di belahan Bumi Utara di mana bunga-bunga mulai bermekaran.

Waktu terbaik untuk melihatnya tentu dari ketinggian agar tidak terhalang oleh bangunan dan pohon. Di Jakarta, menurut laman Time and Date, bulan purnama pada posisinya yang terdekat dengan Bumi itu bisa di saksikan mulai pukul 17.29 WIB hari Rabu, dan Kamis pukul 17.45 WIB

"Ada banyak hal bagus untuk dilihat di langit, tetapi bulan ada di sana sebagai salah satu favorit saya karena kita dapat melihat begitu banyak tanpa peralatan apa pun," kata Kevin Schindler, sejarawan Lowell Observatory di Flagstaff, seperti dikutip dari laman Azcentral, Selasa 5 Mei 2020.

3. Kasus Pasien Covid-19 Sembuh dan Positif Lagi, Ini Kata Dokter

Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Dokter spesialis paru-paru Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP Persahabatan, Andika Chandra Putra, menyebut tiga kemungkinan seseorang bisa kembali positif Covid-19 setelah sempat dinyatakan sembuh. Dia merujuk kepada kasus yang dialami seorang ajudan Gubernur Sumatera Utara.

Pertama, kata Andika, adalah risiko reinfeksi. Ini artinya sudah sembuh, dua kali negatif, tapi kemudian tertular lagi.

"Kedua kami sebut false negative. Ini misalnya karena jumlah spesimennya atau jumlah virusnya tidak begitu banyak sehingga tidak terdeteksi PCR sehingga hasilnya negatif," kata Ketua Bidang Ilmiah dan Penelitian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu ketika dihubungi di Jakarta, Rabu 6 Mei 2020.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT