Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Pasien COVID-19 Menghitam, Hari Bumi
TEMPO.CO | 22/04/2020 21:44
Dokter Yi Fan dan Dokter Hu Weifeng.nypost.com
Dokter Yi Fan dan Dokter Hu Weifeng.nypost.com

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang dua dokter asal Cina terinfeksi COVID-19 berhasil selamat dan sembuh dari penyakit mematikan itu. Namun, dokter yang tertular saat merawat pasien di pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei itu, mengalami perubahan pada kulitnya yang menjadi gelap setelah pemulihan.

Berita terpopuler selanjutnya, studi baru yang dirilis oleh American Society for Microbiology mengungkapkan variasi genetik dalam sistem kekebalan tubuh seseorang memiliki peran besar dalam menjelaskan perbedaan kasus COVID-19. Pada dasarnya, penelitian ini menemukan bahwa beberapa sistem kekebalan kurang mampu mengenali infeksi virus corona.

Lainnya, Hari Bumi ke-50 yang jatuh pada Rabu ini, 22 April 2020,  dirayakan secara besar-besaran melibatkan pemimpin dunia, musisi, aktor, hingga aktivis yang bergabung secara digital di tengah pandemi corona.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Pasien COVID-19: Kulit 2 Dokter di Cina Menghitam Usai Pemulihan

Dokter Yi Fan dan Dokter Hu Weifeng.nypost.com

Dua dokter asal Cina terinfeksi COVID-19 berhasil selamat dan sembuh dari penyakit mematikan itu. Namun, dokter yang tertular saat merawat pasien di pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei itu, mengalami perubahan pada kulitnya yang menjadi gelap setelah pemulihan.

Mereka adalah Yi Fan dan Hu Weifeng, keduanya berusia 42 tahun, dan awal didiagnosis menderita COVID-19 pada 18 Januari saat bekerja, demikian dikutip laman New York Post, Selasa, 21 April 2020

Media pemerintah Cina, Xinhua, melaporkan bahwa perubahan warna kulit pada kedua pria itu disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon setelah hati mereka rusak karena virus itu. Namun, seorang dokter mencurigai bahwa kulit mereka menjadi gelap karena obat tertentu yang mereka terima pada awal perawatan.

2. Pakar: Genetik Tentukan Seberapa Parah Risiko Pasien COVID-19

Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

Studi baru yang dirilis oleh American Society for Microbiology mengungkapkan variasi genetik dalam sistem kekebalan tubuh seseorang memiliki peran besar dalam menjelaskan perbedaan kasus COVID-19. Pada dasarnya, penelitian ini menemukan bahwa beberapa sistem kekebalan kurang mampu mengenali infeksi virus corona.

Penelitian dilakukan oleh tim peneliti dari Oregon Health & Science University dan Portland VA Research Foundation, yang percaya bahwa variasi gen HLA--komponen sistem kekebalan--dapat membuat orang tertentu lebih rentan terhadap virus corona. 

"Secara khusus, memahami bagaimana variasi dalam HLA dapat mempengaruhi jalannya COVID-19 dan membantu mengidentifikasi individu yang berisiko lebih tinggi dari penyakit ini," bunyi studi itu, seperti dikutip laman The Ladders, Senin, 20 April 2020.

3. Hari Bumi ke-50 Diperingati Secara Digital Rabu Ini

Hari Bumi ke-50, 22 April 2020 (cdn.com)

Hari Bumi ke-50 yang jatuh pada Rabu ini, 22 April 2020,  dirayakan secara besar-besaran melibatkan pemimpin dunia, musisi, aktor, hingga aktivis yang bergabung secara digital di tengah pandemi corona.

“Kita menemukan diri kita sendiri hari ini di dunia yang menghadapi ancaman global membutuhkan respons kompak global. Untuk Hari Bumi 2020, kami akan membangun sebuah generasi baru aktivis-aktivis lingkungan, melibatkan jutaan masyarakat seluruh dunia,” kata Earth Day Network President Kathleen Rogers dalam situs resmi earthday.org.

Perayaan Hari Bumi ke-50 secara digital selama 24 jam nonstop akan diisi oleh pesan-pesan, pertunjukan dan ajakan kuat untuk beraksi mengatasi perubahan iklim di situs resmi Earth Day Network dan media sosial Twitter.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT