Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Corona Menyerang Sel, Gunung Slamet
TEMPO.CO | 14/04/2020 21:25
Momen virus corona menginfeksi sel sehat dalam sampel di laboratorium di bawah perbesaran mikroskop dua juta kali oleh tim peneliti Oswaldo Cruz Foundation, Brazil. Dailymail
Momen virus corona menginfeksi sel sehat dalam sampel di laboratorium di bawah perbesaran mikroskop dua juta kali oleh tim peneliti Oswaldo Cruz Foundation, Brazil. Dailymail

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang tim ahli dari Oswaldo Cruz Foundation di Brazil merilis gambar-gambar virus corona COVID-19 saat menyerang sel sehat. Gambar diambil menggunakan mikroskop elektron yang kuat, sambil tim peneliti mempelajari cara replikasi dan penyebaran virus penyebab pneumonia akut tersebut.

Berita terpopuler selanjutnya, Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) meminta Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mempublikasikan dana penelitian genom dan penanganan wabah virus corona baru (SARS-Cov2) di Indonesia.

Lainnya, ahli vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko mengungkap potensi letusan Gunung Slamet di Jawa Tengah di masa mendatang. Dia mengamati, sudah terjadi hingga tujuh kali letusan yang tidak banyak diketahui sebelumnya.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Diperbesar 2 Juta Kali, Ini Momen Virus Corona Serang Sel Sehat

Momen virus corona menginfeksi sel sehat dalam sampel di laboratorium di bawah perbesaran mikroskop dua juta kali oleh tim peneliti Oswaldo Cruz Foundation, Brazil. Dailymail

Tim ahli dari Oswaldo Cruz Foundation di Brazil merilis gambar-gambar virus corona COVID-19 saat menyerang sel sehat. Gambar diambil menggunakan mikroskop elektron yang kuat, sambil tim peneliti mempelajari cara replikasi dan penyebaran virus penyebab pneumonia akut tersebut.

Virus yang dijadikan obyek gambar adalah yang diisolasi dari sampel swab yang dikumpulkan dari hidung dan tenggorokan pasien yang terinfeksi. "Sel-sel yang terinfeksi kemudian dibawa ke laboratorium di mana mereka diperiksa di bawah mikroskop elektron untuk menangkap momen infeksi," bunyi pernyataan tertulis tim ahli itu, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Kamis, 9 April 2020.

Mikroskop yang digunakan memungkinkan untuk memperbesar objek hingga dua juta kali ukuran normal. Itu memungkinkan tim peneliti untuk masuk jauh ke dalam sel dan melihat gerak gerik si virus.

2. Balitbangkes Diminta Buka Data 4 Genom Virus Corona Indonesia

Ilustrasi virus corona. Sumber: koSSev

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) meminta Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mempublikasikan dana penelitian genom dan penanganan wabah virus corona baru (SARS-Cov2) di Indonesia. Sejak diumumkannya kasus positif penyakit virus corona 2019 yang pertama pada 2 Maret 2020 lalu, data genom dan penanganan pasien belum bisa diakses.

Sekretaris jenderal akademi itu, Berry Juliandi, mengungkapkan kalau saat ini terdapat empat sampel virus corona baru itu yang telah dikoleksi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan berdasarkan informasi dari China National Center for Bioinformation. "Namun sampai saat ini data tersebut belum bisa  diakses maupun dipublikasikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin 13 April 2020.

Dalam laman China National Center for Bioinformation 2019 Novel Coronavirus Resource (2019nCoVR) disebutkan bahwa Indonesia  sudah memiliki empat sampel virus yang dikoleksi. Data genom itu, kata Berry, sangat penting untuk mengetahui jenis, asal, dan mutasi virus yang beredar di Indonesia.

3. Endapan Awan Panas, Gunung Slamet 'Diam-diam' Meletus Tujuh Kali

Sejumlah warga melihat kondisi fisik Gunung Slamet dari pos pengamatan Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, 14 September 2014. Meski aktifitas Gunung Slamet menurun, namun warga tetap antusias melihat secara langsung dari dekat. Tempo/Budi Purwanto

Ahli vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko mengungkap potensi letusan Gunung Slamet di Jawa Tengah di masa mendatang. Dia mengamati, sudah terjadi hingga tujuh kali letusan yang tidak banyak diketahui sebelumnya.

"Dari peta PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) itu ada sampai daerah KRB (Kawasan Rawan Bencana) 3, itu masuk ke arah Guci," kata Agung dalam diskusi daring Memahami Aktivitas Gunung Api Busur Sunda dalam rangka ulang tahun ke-60 Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) di Jakarta, Senin 13 April 2020.

Agung belum dapat memperkirakan kapan dan seberapa dahsyat letusan tersebut kemungkinan terjadi. Ia mengatakan, dilihat dari peta letusan yang mengarah ke Guci, ada endapan awan panas yang cukup tebal yang secara materi disebut scoria, atau dalam ilmu geologi disebut sebagai aliran scoria.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT