Menristek Serahkan Hand Washer-Sanitizer ke Gugus Tugas COVID-19
TEMPO.CO | 06/04/2020 21:37
Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. TEMPO/Khory
Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. TEMPO/Khory

TEMPO.CO, Jakarta - Konsorsium Riset dan Inovasi yang dibentuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyerahkan 10 unit mobile hand washer dan 4.000 botol hand sanitizer kepada Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Doni Monardo untuk membantu penanganan wabah virus corona COVID-19 di Indonesia.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menerangkan bahwa mobile hand washer dan hand sanitizer dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yang juga merupakan anggota dari konsorsium.

“Pada kesempatan ini, kami menyerahkan mobile hand washer dan hand sanitizer agar mudah didapatkan masyarakat. Mobile hand washer memiliki kapasitas 300 liter, sedang hand sanitizer masing-masing botol 250 ml,” ujar dia dalam konferensi pers yang digelar live streaming di akun YouTube Kemenristek/BRIN, Senin, 6 April 2020.

Mobile hand washer merupakan tempat cuci tangan yang mudah dipasang dari bahan yang juga mudah didapatkan. Alat ini berbahan tangki toren kapasitas 300 liter, besi siku, pipa, selang, keran, wastafel, sabun, tempat tisu dan tempat sampah.

Kemudian, Wakil Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menambahkan 4.000 botol hand sanitizer berisi 250 ml yang dibuat sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Hand sanitizer mengandung rheology modifier, sehingga berbentuk gel yang dapat dioleskan secara lebih merata pada seluruh tangan dan mengandung humektan yang melembabkan kulit sehingga tidak membuat kulit kering selama digunakan,” tutur Bambang.

Di kesempatan yang sama Doni menyampaikan bahwa dia dan tim harus tetap optimistis untuk menghadapi wabah yang pertama kali menyebar di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina itu. Dia mengatakan bahwa timnya sedang menggunakan hampir semua sumber daya nasional. “Saya juga sudah berdiskusi dengan berbagai negara baik dari segi medis maupun nonmedis untuk menangani virus,” ujar dia.

Doni menambahkan, aspek nonmedis seperti yang berkaitan dengan psikologis penting untuk meningkatkan imunitas masyarakat Indonesia. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu meminta masyarakat agar menjaga staminanya.

“Yang harus dilakukan adalah menjaga agar tubuh sehat, makan makanan berkualitas, hati harus gembira dan tidak boleh panik. Karena itu bisa bikin imunitas berkurang dan perlu istirahat cukup, serta olah raga rutin. Ini akan meningkatkan kebugaran kita,” tutur Doni Monardo.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT