Peringatkan Cuaca Esktrem Pancaroba, BMKG: Jaga Stamina Tubuh
TEMPO.CO | 29/03/2020 17:00
Cuaca mendung terlihat dari ketinggian kawasan Harmoni, Jakarta, Jumat (2/3). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem pada 29 Februari-3 Maret 2012, disebabkan oleh daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Ac
Cuaca mendung terlihat dari ketinggian kawasan Harmoni, Jakarta, Jumat (2/3). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem pada 29 Februari-3 Maret 2012, disebabkan oleh daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Aceh. Awan hujan berpotensi terjadi di pesisir barat Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan ancaman cuaca ekstrem di periode peralihan musim dari hujan menuju kemarau. Masa pancaroba ini diprediksi dialami sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir Maret hingga awal Mei 2020. 

Saat pancaroba, perubahan kondisi cuaca relatif lebih cepat. Umumnya cuaca pagi hingga siang cerah-berawan dengan kondisi panas terik tapi hujan dengan intensitas tinggi bisa terjadi sekalipun singkat pada siang-sore hari.

“Dapat menimbulkan potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan es, banjir bandang, angin kencang lebih dari 45 kilometer per jam dalam waktu singkat,” ujar Pelaksana tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Widada Sulistya, dalam keterangan tertulisnya 28 Maret 2020.

Berdasarkan dinamika atmosfer terkini, BMKG memprakirakan pada 28 – 31 Maret 2020 beberapa daerah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Wilayahnya meliputi pesisir barat Sumatera, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Selain itu juga Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. 

BMKG mengimbau seluruh pihak untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. “Perubahan cuaca juga dapat mempengaruhi kondisi stamina tubuh menjadi lebih rentan, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kondisi stamina tubuh tetap fit,” katanya.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT