Erupsi ke-5 Gunung Merapi, Warga Diminta Tetap Tenang
TEMPO.CO | 29/03/2020 08:45
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali erupsi pada Minggu dinihari, 29 Maret 2020. Itu adalah erupsi kelima sejak yang pertama pada Jumat lalu. (ANTARA/HO-BPPTKG)
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali erupsi pada Minggu dinihari, 29 Maret 2020. Itu adalah erupsi kelima sejak yang pertama pada Jumat lalu. (ANTARA/HO-BPPTKG)

TEMPO.CO, Yogyakarta - Gunung Merapi kembali erupsi pada Minggu dinihari 29 Maret 2020, Pukul 00.15 WIB. Itu adalah letusan kelima yang membubungkan kolom besar asap dan debu ke udara sejak Jumat lalu.

Pada erupsi yang kelima, asap dan debu itu terukur setinggi 1.500 meter  dari puncak. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 150 detik. Arah angin saat erupsi ke Barat. Kemungkinan, sama seperti erupsi Jumat lalu, terjadi hujan abu di wilayah Magelang.

Meskipun sudah beberapa erupsi, status gunung Merapi masih di level II atau Waspada. Sebelumnya, pada Jumat pagi menjelang siang, erupsi membuat kolom debu dan asap mencapai 5 kilometer. Lalu pada malam harinya, erupsi lagi. Tinggi kolom erupsi mencapai 1000 meter.

Pada Sabtu pagi, Merapi kembali erupsi. Tinggi kolom erupsi mencapai 2000 meter di atas kawah. Lalu malamnya, erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 243 detik. Tinggi kolom erupsinya lebih tinggi, sekitar 3000 meter.

 

Gunung Merapi meletus dengan tinggi kolom asap mencapai 5.000 meter dari puncak pada Jumat. (FOTO ANTARA/HO/BPPTKG)

 

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetap waspada namun jangan panik. Tingkat aktivitas Waspada atau level II," kata Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Ahad 29 Maret 2020.

Badiman, pelaku wisata di Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, menyatakan beberapa kali erupsi selama tiga hari ini tetap disikapi dengan tenang oleh warga di punggung Gunung Merapi. Namun, dia mengungkapkan, warga juga khawatir jika sampai terjadi erupsi besar.

"Warga mengikuti instruksi yang diarahkan oleh pemerintah," katanya sambil menambahkan, "Lagi pula tidak ada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana III. Kalau ada kegiatan hanya di siang hari, malam kembali ke hunian tetap." 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT