Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Vaksin Corona Israel, Rapid Test AS
TEMPO.CO | 23/03/2020 21:25
Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS
Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang para ilmuwan terkemuka dunia berlomba untuk memproduksi vaksin pertama untuk virus corona baru, termasuk Israel. Beberapa dari mereka yang memimpin telah mengandalkan pengetahuan dari wabah corona sebelumnya, sementara yang lain telah menggunakan teknologi platform vaksin yang digunakan untuk memerangi epidemi lain, termasuk Ebola.

Berita terpopuler selanjutnya, Amerika Serikat akan menggunakan alat uji cepat yang bisa mengidentifikasi virus corona COVID-19 dalam 45 menit. Penggunaan alat milik Cepheid--produsen alat-alat diagnosa-- itu telah memperoleh izin darurat dari Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk rencana uji dan pemeriksaan sampel langsung di lokasi pasien dirawat.

Lainnya, Tim dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (ITB) memutakhirkan proyeksi sebaran kasus virus Corona di Indonesia. Memakai data yang berkembang sampai akhir pekan lalu, puncak epidemi bergeser dari proyeksi sebelumnya, yaitu pada April 2020, pekan kedua hingga ketiga.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Israel Segera Punya Vaksin Virus Corona?

Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

Para ilmuwan terkemuka dunia berlomba untuk memproduksi vaksin pertama untuk virus corona baru. Beberapa dari mereka yang memimpin telah mengandalkan pengetahuan dari wabah corona sebelumnya, sementara yang lain telah menggunakan teknologi platform vaksin yang digunakan untuk memerangi epidemi lain, termasuk Ebola.

Dr. Mike Ryan, direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO, mengatakan kepada televisi BBC, sebagaimana dikutip Jerusalem Post pada hari Minggu, 22 Maret 2020, bahwa akan dibutuhkan setidaknya “satu tahun" untuk vaksin tersedia, seraya menekankan perlunya standar keamanan yang ketat.

Salah satu perusahaan yang memimpin dalam pengembangan vaksin adalah dari Israel, MIGAL - Galilee Research Institute. Perusahaan mengatakan pengujian manusia terhadap vaksin oral diharapkan akan dimulai dalam delapan hingga 10 minggu, dan persetujuan keselamatan diharapkan dalam 90 hari.

2. Darurat COVID-19: Amerika Izinkan Rapid Test Tanpa Laboratorium

Perawat Teresa Malijon mengenakan pelindung buatan sendiri menunggu di lokasi tes terkait wabah virus corona COVID-19 di sebuah tempat parkir di University of Washington's Northwest Outpatient Medical Center di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Selasa 17 Maret 2020. ANTARA/REUTERS/Brian Snyder/TM

Amerika Serikat akan menggunakan alat uji cepat yang bisa mengidentifikasi virus corona COVID-19 dalam 45 menit. Penggunaan alat milik Cepheid, perusahaan yang memproduksi alat-alat diagnosa, itu telah memperoleh izin darurat dari Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk rencana uji dan pemeriksaan sampel langsung di lokasi pasien dirawat.

Teknik ini adalah yang pertama dilakukan dalam uji sampel COVID-19 di Amerika yang hasilnya bisa langsung didapat kurang dari sejam. Biasanya, uji dan pemeriksaan melibatkan laboratorium dan butuh beberapa hari untuk mengirim hasilnya.

Rencananya, penggunaan ribuan rapid test kit dari Cepheid akan dimulai Senin, 30 Maret 2020. "Kami bergerak ke fase baru dalam dunia uji sampel, di mana pengujian menjadi jauh lebih mudah diakses warga Amerika yang membutuhkannya," kata Menteri Kesehatan Alex Azar, Sabtu 21 Maret 2020.

3. Proyeksi Ahli ITB: Puncak Epidemi Corona Indonesia April 2020

Petugas kesehatan mempersiapkan tempat tidur pasien ketika simulasi kesiapsiagaan di ruang isolasi di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 13 Maret 2020. Simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan sarana ruang isolasi dan peralatan medis dalam penanganan pasien Covid-19. ANTARA

Tim dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (ITB) memutakhirkan proyeksi sebaran kasus virus Corona di Indonesia. Memakai data yang berkembang sampai akhir pekan lalu, puncak epidemi bergeser dari proyeksi sebelumnya.

“Berdasar data yang ada saat ini, kami memproyeksikan puncaknya akan bergeser di sekitar bulan April antara pekan kedua hingga ketiga,” kata ketua tim Nuning Nuraini, Sabtu 21 Maret 2020.

Selain itu proyeksi lainnya yaitu epidemi Corona di Indonesia yang dimulai awal Maret 2020 bakal berakhir sekitar Mei akhir hingga awal Juni mendatang.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT