Tamu Positif COVID-19, Kawasan Masjid Salman ITB Diisolasi
TEMPO.CO | 21/03/2020 21:54
Jamaah melaksakanan salat di Masjid Salman ITB, Bandung, Jawa Barat, 17 Maret 2020. Selain itu, pengurus masjid juga tidak menyiapkan karpet atau sajadah untuk jamaah. ANTARA/Novrian Arbi
Jamaah melaksakanan salat di Masjid Salman ITB, Bandung, Jawa Barat, 17 Maret 2020. Selain itu, pengurus masjid juga tidak menyiapkan karpet atau sajadah untuk jamaah. ANTARA/Novrian Arbi

TEMPO.CO, Bandung - Tim Satuan Tugas COVID-19 Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman Institut Teknologi Bandung memutuskan untuk menutup semua akses ke kompleks masjid di seberang kampus ITB Jalan Ganesha Bandung itu. Penutupan diberlakukan mulai Sabtu 21 Maret 2020 pukul 23.59. 

“Penutupan hingga 14 hari ke depan,” kata Sekretaris Umum YPM Masjid Salman ITB Teddy Tedjakusuma memberi konfirmasi, Sabtu malam 21 Maret 2020.

Menurutnya, keputusan itu berdasarkan informasi valid dari petugas Dinas Kesehatan. Informasi itu menyebut seorang tamu yang datang pada 14 Maret 2020 terbukti positif terinfeksi virus corona COVID-19 berdasarkan hasil tes keluaran Rabu 18 Maret 2020. Pengurus Masjid Salman baru memperoleh informasi itu Jumat 20 Maret 2020.

Tamu yang dirahasiakan identitasnya itu, kata Teddy, berinteraksi dengan 12 kader Masjid Salman. Mereka semuanya kini dinyatakan berstatus Kontak dengan Risiko Tinggi dan sejak Jumat pula mereka melakukan isolasi mandiri di asrama kompleks Masjid Salman, seorang diantaranya di asrama putri.

YPM Salman ITB beranggapan selama rentang waktu antara interaksi dan isolasi sangat dimungkinkan telah terjadi penularan virus penyebab pneumonia akut itu di kawasan kompleks Masjid Salman. Karena itu, menurut Teddy, tim satgas memutuskan penutupan seluruh akses . alias isolasi. “Termasuk perkantoran dan usaha di dalam kompleks masjid,” kata Teddy.

Petugas disiapkan untuk menjaga seluruh pintu akses. Seluruh kegiatan di komplek Masjid Salman dihentikan termasuk layanan zakat dan wakaf. Para karyawan dan aktivis masjid dilarang masuk dan diminta bekerja dari rumah. Seluruh area komplek masjid juga akan dibersihkan.

“Akan ada penyemprotan desinfektan,” ujar Teddy sambil menambahkan keputusan penutupan selama 14 hari ke depan itu bisa ditinjau kembali sesuai kondisi persebaran COVID-19 di Indonesia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT