Top 3 Tekno Berita Hari Ini: COVID-19 Koyak Paru-paru Turis Cina
TEMPO.CO | 17/03/2020 22:12
Pasien terinfeksi virus corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara, 5 Maret 2020. LA7 PIAZZAPULITA/Reuters TV via REUTERS
Pasien terinfeksi virus corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara, 5 Maret 2020. LA7 PIAZZAPULITA/Reuters TV via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang tim peneliti di Italia mengungkap gambar paru-paru turis asal Cina yang menjadi korban pertama infeksi virus corona COVID-19 di negara itu. Peneliti di Institut Nasional Penyakit Menular di Roma mempelajari keduanya setelah mereka dinyatakan positif terinfeksi pada 29 Januari 2020. 

Berita terpopuler berikutnya mengenai banyaknya rumah sakit yang diperkirakan mengalami kekurangan stok alat pelindung diri di tengah pandemi virus corona COVID-19 saat ini. Lainnya, mesin pencari Microsoft, Bing, telah meluncurkan peta penyebaran virus corona COVID-19 yang menawarkan pembaruan secara real time.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Begini COVID-19 Mengoyak Paru-paru Turis Cina di Italia

Pasien terinfeksi virus corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara, 5 Maret 2020. LA7 PIAZZAPULITA/Reuters TV via REUTERS

Tim peneliti di Italia mengungkap gambar paru-paru turis asal Cina yang menjadi korban pertama infeksi virus corona COVID-19 di negara itu. Peneliti di Institut Nasional Penyakit Menular di Roma mempelajari keduanya setelah mereka dinyatakan positif terinfeksi pada 29 Januari 2020. 

Kedua pasien tersebut adalah seorang pria sehat berusia 67 tahun dan wanita berusia 65 tahun yang juga bugar. Pemindaian sinar-X dan gambar CT-scan mengungkap bagaimana COVID-19 merusak paru-paru dan sistem pernapasan mereka. Kerusakan disebut sama di antara keduanya, namun berbeda jika dibandingkan dengan dampak SARS dan MERS--penyakit menular lainnya sebab virus corona.

Gambar-gambar paru-paru yang terinfeksi itu diterbitkan dengan izin putri dari kedua pasien. Si pemilik paru-paru itu sendiri dilaporkan masih kritis dan berada dalam perawatan intensif ketika penelitian dilakukan. Hasil penelitian selengkapnya akan dimuat International Journal of Infectious Diseases terbit bulan depan. 

2. Stok Masker dan APD Menipis, Dengar Jerit dan Resah Tenaga Medis

WNI dengan gejala infeksi virus Corona keluar dari mobil ambulans untuk menjalani tes di rumah sakit pemerintah, Gandhi di Hyderrabat ,India. [TELANGANA TODAY]

Banyak rumah sakit diperkirakan mengalami kekurangan stok alat pelindung diri di tengah pandemi virus corona COVID-19 saat ini. Beberapa yang masih berkecukupan pun memilih membatasi penggunaannya sebagai antisipasi jangka panjang pandemi. Termasuk untuk penggunaan masker.

Itu terungkap dalam keterangan yang disampaikan dari Rumah Sakit Universitas Airlangga di Surabaya ataupun curahan hati sejumlah petugas medis di media sosial. Mereka mengungkap kondisi yang terjadi di tempat masing-masing.

Di RS Unair, direktur utamanya, Nasronudin, meminta pemerintah via dinas kesehatan kota setempat untuk segera menyuplai APD. Dia menyatakan, stok di rumah sakitnya mulai menipis sementara mereka harus merawat pasien yang dalam pengawasan (PDP) dan enam orang dalam pemantauan (ODP) terkait COVID-19.

3. Microsoft Bikin Peta Real Time Penyebaran COVID-19

Peta kasus virus corona atau Covid-19. Dailymail.co.uk

Mesin pencari Microsoft, Bing, telah meluncurkan peta penyebaran virus corona COVID-19 yang menawarkan pembaruan secara real time. Platform ditopang oleh teknologi Microsoft, dan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang sah.

Juru bicara Microsoft mengatakan membantu mengumpulkan data dari berbagai pihak untuk memberikan orang-orang cara cepat dan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan terkait pandemi virus penyebab pneumonia tersebut.

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Eropa (ECDC), di antara sumber-sumber resmi lainnya, menjadi pengalaman yang dapat diakses di seluruh MSN dan Bing," katanya.

Platform tersebut bisa diakses melalui desktop dan seluler, serta pengguna dapat melakukan navigasi dalam peta tersebut. Cukup dengan memilih kota, maka akan memunculkan angka-angka terbaru serta artikel berita dari sumber yang dapat dipercaya seperti yang disarankan Bing.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT