BMKG: Tak Hanya di Laut, Maluku Punya Sumber Gempa Aktif di Darat
TEMPO.CO | 26/02/2020 23:38
Gempa di Tanimbar, Maluku, Selasa, 30 April 2019. (BMKG)
Gempa di Tanimbar, Maluku, Selasa, 30 April 2019. (BMKG)

TEMPO.CO, JakartaGempa tektonik berkekuatan 6,0 dalam skala Magnitudo mengguncang wilayah Pulau Tanimbar di Maluku, Rabu, 26 Februari 2020 pukul 16.33 waktu setempat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG merekamnya berpusat di daratan Pulau Yamdena di Kepulauan Tanimbar.

"Peristiwa gempa tadi semakin mengokohkan pendapat bahwa wilayah Kepulauan Tanimbar kawasan rawan gempa, dan khusus Pulau Yamdena terdapat sumber gempa sesar darat yang aktif," kata Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Rabu malam.

Menurut Daryono, sangat jarang gempa kuat yang berpusat di daratan Pulau Yamdena. Selama ini gempa kuat di wilayah ini lebih banyak dipicu oleh gempa-gempa yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi Banda dan berpusat di laut. Diantaranya gempa 8,1 M pada 1918 dan terulang pada 1950 dengan kekuatan yang sama.

Jejak sesar di darat, kata Daryono, ada dalam peta tektonik yang disusun oleh Barber dan kawan-kawan pada 2013. Di peta itu terlihat struktur sesar yang berarah timur laut-barat daya. "Struktur sesarnya membelah Pulau Yamdena."

Struktur sesar mendatar ini dikaitkan dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa yang dipublikasikan oleh BMKG terlihat sangat sesuai. "Sehingga dugaan kuat gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar mendatar dengan arah pergerakan mengiri," ujar Daryono.

Pusat sumber gempa atau episenter terletak pada koordinat 7,68 LS dan 131,19 BT. Lokasi tepatnya di darat pada jarak 56 kilometer arah barat laut Kota Saumlaki dengan kedalaman 63 kilometer.

Gempa ini menimbulkan guncangan  kuat yang dirasakan di daerah Saumlaki dalam skala intensitas IV MMI. Guncangannya dirasakan oleh orang banyak. Warga Saumlaki dilaporkan sempat lari berhamburan keluar rumah akibat guncangan kuat gempa yang terjadi secara tiba-tiba.

Sedangkan di Tual dan Kaimana guncangan berskala intensitas II MMI. Gempa menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT