Kura-kura Seukuran Sedan Ditemukan di Gurun Venezuela
TEMPO.CO | 16/02/2020 14:25
Gambar ilustrasi penyu purba air tawar Stupendemys geographicus, yang hidup di danau dan sungai di Amerika Selatan bagian utara selama Miosen, yang dirilis 12 Februari 2020. Ilmuwan menyebut, spesies ini merupakan hewan petarung. J. A. Chirinos/Handout vi
Gambar ilustrasi penyu purba air tawar Stupendemys geographicus, yang hidup di danau dan sungai di Amerika Selatan bagian utara selama Miosen, yang dirilis 12 Februari 2020. Ilmuwan menyebut, spesies ini merupakan hewan petarung. J. A. Chirinos/Handout via REUTERS.

TEMPO.CO, Jakarta -Sebuah penemuan baru-baru ini mengungkapkan temuan kura-kura seukuran sedan empat pintu, sebagaimana dilaporkan NYDaily News, Rabu, 13 Februari 2020.

Stupendemys geographicus berumur 13 juta hingga 7 juta tahun lalu itu hidup di tempat yang sekarang dikenal sebagai Amerika Selatan. 

Saat ini lokasi itu merupakan daerah gurun di Venezuela, tetapi 5 hingga 10 juta tahun yang lalu, wilayah itu lembab, berawa dan penuh dengan kehidupan, kata para peneliti di Universitas Zurich, Rabu.

Stupendemys pertama kali dideskripsikan pada tahun 1970-an, menurut pernyataan dari universitas itu, tetapi baru-baru ini kerang masif mereka ditemukan. 

Tim dari Zurich, bersama dengan para peneliti dari Kolombia, Venezuela dan Brasil, telah menemukan spesimen luar biasa kura-kura yang telah punah di Venezuela dan Kolombia yang menjungkirbalikkan apa yang mereka pikir tahu tentang spesies dan kerabatnya.

"Karapas beberapa individu Stupendemys mencapai hampir 3 meter, menjadikannya salah satu yang terbesar, jika bukan kura-kura terbesar yang pernah ada," kata Marcelo Sánchez, direktur Institut Paleontologi dan Museum Universitas Zurich, yang memimpin penelitian itu, dalam sebuah pernyataan.

Dengan massa tubuh 1.145 kilogram, itu 100 kali lebih besar dari turunannya, penyu sungai Amazon yang berkepala besar.

Para ahli paleobiologi juga terkejut ketika mengetahui bahwa kura-kura jantan memiliki tanduk, dan mengetahui bahwa rumput kura-kura kuno jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, mengisi seluruh bagian utara Amerika Selatan. 

Meskipun besar, ada hewan lain yang lebih besar, sebagaimana dibuktikan oleh bekas gigitan yang ditemukan di kulit dan tulang kura-kura itu, kata para peneliti.

NYDAILYNEWS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT