Apple Tutup Sementara Semua Toko di Cina karena Virus Corona
TEMPO.CO | 02/02/2020 05:35
Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won
Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

TEMPO.CO, Jakarta - Apple akan menutup semua toko resmi dan kantor perusahaan di Cina sampai 9 Februari karena kekhawatiran atas penyebaran virus corona dan jumlah kematian yang terus meningkat, yaitu lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 250 dari seminggu yang lalu.

“Karena sangat berhati-hati dan berdasarkan saran terbaru dari para ahli kesehatan terkemuka, kami menutup semua kantor perusahaan, toko, dan layanan pusat panggilan kami di daratan Cina hingga 9 Februari," kata Apple dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Sabtu, 1 Februari 2020.

Apple berharap dapat membuka kembali toko "sesegera mungkin". Awal pekan ini, Apple menutup tiga toko di Cina karena kekhawatiran tentang penyebaran virus corona.

Langkah Apple mengikuti sejumlah retail asing di China, termasuk Starbucks dan McDonald's yang untuk sementara waktu menutup etalase tokonya sebagai tindakan pencegahan.

Sementara itu, banyak perusahaan lain, meminta karyawan mereka di Cina untuk bekerja dari rumah dan menghentikan perjalanan bisnis yang tidak penting pada pekan pertama Februari.

Biasanya, bisnis di Cina akan bersiap untuk kembali beroperasi secara normal setelah Libur Tahun Baru Imlek selama sepekan.

Apple tetap sangat bergantung pada Cina baik untuk penjualan ponsel pintar maupun untuk rantai pasokan dan manufaktur.

Banyak pabrik di provinsi Hubei, termasuk pabrik yang dijalankan oleh AB InBev dan General Motors, untuk sementara waktu menangguhkan produksi karena virus corona.

Dalam pertemuan bersama investor belum lama ini, CEO Apple Tim Cook mengatakan Apple sedang mengerjakan rencana mitigasi untuk menangani kemungkinan kerugian produksi dari pemasoknya di Wuhan, kota tempat wabah virus corona berasal yang merupakan rumah bagi sejumlah pemasok Apple.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT