Dikremasi Hari Ini, Ulrike Disebut Mother Theresa Bagi Orangutan
TEMPO.CO | 25/01/2020 01:00
Ulrike Freifrau Von Mengden. Instagram/Ragunanzoo
Ulrike Freifrau Von Mengden. Instagram/Ragunanzoo

TEMPO.CO, Jakarta - Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan turut berduka cita atas meninggalnya Ulrike Freifrau Von Mengden pada 23 Januari 2020. Ulrike Von Mengden, jasa besarmu untuk konservasi orangutan akan kami teruskan.

Pesan duka itu dicuitkan akun Ragunan Zoo pada Kamis 23 Januari 2020. "Ibu Mengden meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan," kata Bambang W dari Taman Margasatwa Ragunan ketika dihubungi, Jumat 24 Januari 2020.

Bambang mengungkap kalau Ulrike yang akan dikremasi pada Sabtu--sesuai pesan sebelum meninggal--memang sudah sakit-sakitan di pengujung usianya. "Karena sudah tua juga, beliau meninggal menjelang usia seratus tahun," kata Bambang lagi.

Dalam pesannya, TMR menulis Ulrike sebagai Mother Theresa of the Orangutans. Ini, menurut Bambang, pantas karena perhatian dan kasih sayang perempuan yang masih tercatat sebagai warga Jerman itu kepada 40-an koleksi orangutan dan banyak jenis satwa lainnya di Ragunan.

Kecintaan terhadap satwa terutama dengan orangutan itulah yang membuatnya sudah menetap selama 55 tahun di Taman Margasatwa Ragunan. Datang ke Indonesia pada 1952 dari Bonn, Jerman, bersama suaminya yang juga diplomat Jerman Barat saat itu, Ulrike sudah memulai kecintaannya pada satwa saat kebun binatang Jakarta masih berlokasi di Cikini, yang sekarang adalah Taman Ismail Marzuki.

Ulrike atau Ulla pada masa itu sesekali dimintai bantuan oleh Benjamin Galstaun yang merupakan ahli zoologi. Pada 1965, Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin, memindahkan taman margasatwa tersebut ke Ragunan. Ulla pun diberikan lokasi hunian khusus di dalam kompleks kebun binatang untuk memudahkan memantau para satwa.

Kepeduliannya kepada satwa tak berubah. Bambang memberi kesaksian bagaimana dia pernah mengikuti Ulrike keliling kandang dan menyaksikan tangan perempuan tua itu memberikan langsung makanan ke setiap orangutan yang ada. "Kami sebagai insan konservasi tentu kehilangan dan akan melanjutkan semangat dan kecintaannya kepada orangutan," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT