Merapi Luncurkan Awan Panas, Hujan Abu di Boyolali
TEMPO.CO | 05/01/2020 07:59
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas letusan, Sabtu, 9 November 2019 pukul 06.21 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat akibat letusan itu, terbentuk kolom setinggi lebih kurang  1.500 meter. (Dok.BPPTKG)
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas letusan, Sabtu, 9 November 2019 pukul 06.21 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat akibat letusan itu, terbentuk kolom setinggi lebih kurang  1.500 meter. (Dok.BPPTKG)

TEMPO,CO, Yogyakarta - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu malam, 4  Januari 2020 pukul 20.36 WIB. Awan panas guguran yang muncul menyebabkan hujan abu tipis di wilayah Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

"Awan panas guguran menimbulkan hujan abu tipis di sekitar Cepogo, Boyolali.  Masyarakat kami imbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, Sabtu, 4 Januari 2020.

BPPTKG melaporkan luncuran awan panas guguran Merapi yang terjadi pada pukul 20.36 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi kurang lebih 105 detik. Namun karena cuaca berkabut, awan panas guguran itu tidak terpantau secara visual. 

Karena secara visual tidak terpantau, jarak luncur awan panas guguran itu juga tidak terpantau. Namun, berdasarkan durasi selama 105 detik itu diperkirakan luncuran mencapai 1 kilometer.

Jarak luncur itu masih dalam radius di bawah 3 kilometer dari puncak gunung. Masyarakat yang berkegiatan di lereng gunung harus di luar radius aman itu. 

Gunung Merapi masih berstatus waspada atau level II. Status waspada ini sudah ditetapkan oleh BPPTKG sejak 21 Mei 2018.

"Iya betul, terjadi awan panas guguran dan dilaporkan adanya hujan abu di wilayah Cepogo Boyolali," kata Lasiman Pecut, petugas pengamatan Gunung Merapi. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT