3 Fakta Murid Lebih Senang Belajar di Kelas Digital Samsung
TEMPO.CO | 30/12/2019 03:11
Samsung Smart Learning Class Biak. Kredit: Samsung
Samsung Smart Learning Class Biak. Kredit: Samsung

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah satu tahun Samsung mengimplementasikan Samsung Smart Learning Class (SSLC) di SD YPK Waupnor, Biak, terbukti bahwa program ini membuat murid memiliki semangat lebih untuk belajar dan mampu beradaptasi dengan cepat untuk mengoptimalkan teknologi Samsung dalam proses mereka belajar.

Melalui survei yang dilakukan SD YPK Waupnor, Biak, berkolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia, pengimplementasian SSLC menunjukkan tiga fakta, yaitu 64 persen murid sangat senang belajar di SSLC, 58 persen murid merasa belajar di SSLC lebih menyenangkan dibandingkan belajar di kelas konvensional karena menggunakan Samsung Galaxy Tab dan ada buku digital interaktif di dalam Samsung Galaxy Tab.

Selain itu, dalam satu tahun, murid dapat mengoptimalkan Samsung Galaxy Tab yang disediakan di SSLC untuk membaca dan berhitung (91 persen), menulis (87 persen), mencari informasi (62 persen), dan belajar melalui video Youtube (54 persen).

Fakta-fakta ini merupakan bukti bahwa inovasi teknologi Samsung dapat menjadi solusi proses pembelajaran yang lebih efektif, membantu guru membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan untuk murid, serta membantu murid lebih mudah mendapatkan buku dan informasi lebih banyak dan cepat.

"Berangkat dari mendengarkan konsumen, Samsung menghadirkan inovasi yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Melalui program Samsung Smart Learning Class, kami mendekatkan inovasi yang kami miliki lebih relevan dan menjadi solusi untuk kemajuan pendidikan Indonesia," papar Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia akhir pekan ini.

"Tiga dari empat murid di SD YPK Waupnor, Biak, telah menggunakan dan begitu bersemangat belajar di Samsung Smart Learning Class. Murid yang bersemangat belajar akan menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih tinggi, melalui teknologi, berbagai informasi dapat mereka temukan untuk menjawab keingintahuan mereka," tambahnya.

"Di sini peran guru dan orang tua menjadi sangat penting untuk mengarahkan mereka bagaimana mendapatkan informasi yang tepat. Kami berterima kasih kepada para guru di SD YPK Waupnor, Biak, yang telah ikut membimbing generasi muda Indonesia di sini untuk mengenal, menggunakan, dan mengoptimalkan teknologi yang akan menjadi masa depan mereka," ujar Ennita.

"Terima kasih Samsung yang telah membuka dunia digital di sekolah kami. Samsung Smart Learning Class membuka lebar wawasan, informasi dan masa depan kami, para guru, dan yang terpenting murid-murid,” papar Kain Wamaer, Kepala Sekolah SD YPK Waupnor, Biak.

Wahana Visi Indonesia (WVI) membantu implementasi pelatihan penggunaan fasilitas SSLC untuk para guru dan  komunitas di sekitar SD YPK Waupnor, Biak. Selanjutnya, para guru yang akan mengajarkan siswanya. Saat ini para guru sudah mampu menggunakan fasilitas digital yang ada dan terbiasa mengajar dengan menggunakan Samsung Galaxy Tab dan Samsung TV.  Peningkatan kemampuan penggunaan gawai juga membuat mereka dapat melengkapi Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) dengan mencari materi-materi ajar melalui Google dan Youtube

“Sejak tahun 2018, Samsung dan tim WVI telah mendampingi 1.400 peserta didik dan guru, baik dari SD YPK Waupnor dan sekolah-sekolah lain di Kota Biak, juga anggota dari komunitas-komunitas di sekitar sekolah. Mereka sangat antusias, namun juga sangat berhati-hati karena belum terbiasa. Namun kini, guru-guru di SD YPK Waupnor telah fasih dalam memperkaya materi ajar dari internet. Kami berharap sentuhan teknologi ini menjadikan proses dan wajah pendidikan kita menjadi lebih baik,” ujar Doseba Sinay, CEO & Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT