Jejak Fosil Amfibi Berusia 340 Juta Tahun Ditemukan di Inggris
TEMPO.CO | 14/12/2019 05:31
Ilustrasi Edopoids, makhluk seperti buaya yang berukuran panjang hingga enam kaki (dua meter) dan hidup di delta sungai. Kredit: Russian Wikipedia
Ilustrasi Edopoids, makhluk seperti buaya yang berukuran panjang hingga enam kaki (dua meter) dan hidup di delta sungai. Kredit: Russian Wikipedia

TEMPO.CO, Jakarta - Jejak amfibi tertua Inggris ditemukan terukir menjadi fosil batu pasir di Yorkshire Utara. Jejak kuno berasal dari 340 juta tahun yang lalu itu ditemukan di dasar Air Terjun Hardraw Force di Wensleydale.

Jejak itu milik kerabat paling awal dari amfibi modern, yang disebut temnospondyl, khususnya edopoids, makhluk seperti buaya yang berukuran panjang hingga enam kaki (dua meter) dan hidup di delta sungai.

"Kami menggunakan pemindaian dan fotografi untuk membuat model digital 3D, yang memungkinkan kami memvisualisasikan dan mengidentifikasi jejak kaki invertebrata dengan lebih baik," ujar mahasiswa sarjana dari Birmingham University Hannah Bird saat melakukan penelitian, demikian dikutip Daily Mail, baru-baru ini.

Jejak fosil itu menjalani pemindaian 3D untuk pengungkapan lebih detail dan sekarang dipajang di Natural History Museum. "Tentu merepotkan, tapi kami akhirnya dapat merekonstruksi bagaimana amfibi ini mungkin bergerak dalam kehidupan," kata Bird.

Edopoids berjalan melintasi hamparan pasir delta sungai bersama dengan hewan invertebrata kontemporer termasuk artropoda, cacing, dan moluska. Para ilmuwan menerbitkan penelitiannya dalam Journal of the Geological Society.

Laporan dalam jurnal itu menyajikan wawasan langka tentang periode Karbon awal dan diversifikasi tetrapoda di Inggris, serta bagaimana temnospondyl menyebar di Euramerica.

"Meskipun spesimen ini telah berada di koleksi Natural History Museum untuk waktu yang lama, teknik pemindaian 3D modern telah mengungkapkan banyak detail yang hampir tidak mungkin dilihat di trek asli," tutur Angela Milner dari Natural History Museum.

DAILY MAIL | JOURNAL OF THE GEOLOGICAL SOCIETY


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT