Bukti Genetik Baru Ungkap Manusia Purba Menjinakkan Diri
TEMPO.CO | 06/12/2019 06:44
fann.sk
fann.sk

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi baru menunjukkan manusia purba Homo Sapiens menjinakkan diri setelah berpisah dari kerabat mereka yang punah, Neanderthal dan Denisova, sekitar 600.000 tahun lalu.

"Penelitian ini sangat mengesankan," ujar antropolog biologi dari Universitas Harvard yang tidak terlibat dalam penelitian Richard Wrangham, dikutip Sciencemag, baru-baru ini. "Ini adalah ujian yang sangat indah, dari gagasan lama bahwa manusia terlihat sangat berbeda dari leluhur primata, justru karena kita telah dijinakkan."

Domestikasi mencakup serangkaian perubahan genetik yang muncul ketika suatu spesies dibiakkan untuk lebih ramah dan kurang agresif. Pada anjing dan rubah yang dijinakkan, misalnya, banyak perubahan fisik, mulai dari gigi dan tengkorak yang lebih kecil, telinga, dan ekor yang lebih pendek dan melengkung.

Semua perubahan fisik itu dikaitkan dengan fakta bahwa hewan jinak memiliki lebih sedikit jenis sel punca tertentu, yang disebut sel punca neural crest.

Manusia modern juga kurang agresif dan lebih kooperatif dari pada banyak leluhurnya. Juga menunjukkan perubahan fisik yang signifikan, meskipun otak lebih besar namun tengkorak lebih kecil, dan tonjolan di alis berkurang.

Giuseppe Testa, ahli biologi molekuler di University of Milan di Italia, menemukan bahwa satu gen BAZ1B memainkan peran penting dalam mengatur pergerakan sel-sel krista neural. Kebanyakan orang memiliki dua salinan gen ini.

"Anehnya, satu salinan BAZ1B hilang pada orang dengan sindrom Williams-Beuren, gangguan terkait dengan gangguan kognitif, tengkorak yang lebih kecil, fitur wajah seperti peri, dan keramahan yang ekstrem," kata Testa.

Ketika peneliti melihat ratusan gen sensitif-BAZ1B ada pada manusia modern (Homo Sapiens), sementara hanya dua di Neanderthal, dan satu pada Denisovan, mereka menemukan bahwa pada manusia modern, gen-gen tersebut telah mengumpulkan banyak mutasi pengatur mereka sendiri. Ini menunjukkan bahwa seleksi alam membentuk mereka.

Banyak dari gen yang sama ini juga telah diseleksi pada hewan peliharaan. Itu sebabnya muncul dugaan manusia modern juga mengalami proses domestikasi, tim melaporkan penelitiannya dalam Science Advance.

William Tecumseh Fitch III, seorang ahli biologi evolusi dan ilmuwan kognitif di Universitas Wina, mengatakan ia skeptis terhadap persamaan yang tepat antara domestifikasi diri manusia dan domestikasi hewan.

"Ini adalah proses dengan persamaan dan perbedaan," katanya. "Saya juga tidak berpikir mutasi dalam satu atau beberapa gen akan pernah menjadi model yang baik untuk banyak gen yang terlibat dalam domestikasi".

SCIENCEMAG | SCIENCE ADVANCE



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT