Studi Baru: Ingatan Kita Tetap Stabil Saat Tidur
TEMPO.CO | 21/10/2019 09:59
Ilustrasi tidur. Unsplash.com/Kinga Cichewicz
Ilustrasi tidur. Unsplash.com/Kinga Cichewicz

TEMPO.CO, Jakarta- Pakar biologi di Pusat Penelitian Nasional Prancis (CNRS) menunjukkan bahwa bagian otak besar tidak lantas istirahat ketika kita sedang tidur. Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Science pada 18 Oktober 2019.

Menurut penelitian itu, beberapa dekade literatur ilmiah menyimpulkan bahwa gelombang delta yang dipancarkan saat kita tidur bukanlah periode keheningan yang umum.

"Saat tidur, bagian otak besar (hippocampus) mengaktifkan kembali secara spontan dengan menghasilkan aktivitas yang mirip dengan ketika kita bangun," demikian tertulis dalam penelitian, dikutip Science Daily, baru-baru ini.

Ini mengirimkan informasi ke korteks - bagian dari otak besar yang berkembang dari dorsal telencephalon atau pallium - yang bereaksi pada gilirannya. Pertukaran ini sering diikuti oleh periode keheningan yang disebut 'gelombang delta' kemudian oleh aktivitas berirama yang disebut 'sleep spindle'.

Menurut penelitian, hal itu adalah saat sirkuit kortikal menata ulang untuk membentuk ingatan yang stabil. Namun, peran gelombang delta dalam pembentukan ingatan baru masih menjadi teka-teki: mengapa periode keheningan mengganggu urutan pertukaran informasi antara hippocampus dan korteks, dan reorganisasi fungsional korteks?

Para penulis di sini melihat lebih dekat apa yang terjadi selama gelombang delta sendiri. Mereka menemukan, secara mengejutkan, bahwa korteks tidak sepenuhnya diam, tapi beberapa neuron tetap aktif dan membentuk rakitan, yaitu set koaktif kecil yang memberi informasi kode.

Pengamatan tak terduga ini menunjukkan bahwa sejumlah kecil neuron aktif ketika yang lain diam, bisa melakukan perhitungan penting sambil dilindungi dari kemungkinan gangguan. Penemuan bahkan lebih jauh, reaktivasi spontan dari hippocampus menentukan neuron kortikal mana yang tetap aktif selama gelombang delta, dan mengungkap transmisi informasi antara dua struktur otak.

Selain itu, rakitan yang diaktifkan selama gelombang delta terbentuk dari neuron yang mempelajari tugas memori spasial di siang hari. Bersama elemen-elemen itu menunjukkan bahwa proses-proses ini terlibat dalam konsolidasi memori.

Untuk menunjukkannya, pada tikus para ilmuwan menyebabkan gelombang delta buatan untuk mengisolasi neuron yang terkait dengan reaktivasi di hippocampus, atau neuron acak. Hasilnya, ketika neuron kanan diisolasi, tikus berhasil menstabilkan ingatan dan berhasil dalam tes spasial pada hari berikutnya.

Hasil ini secara substansial mengubah cara kita memahami korteks. Gelombang delta mengisolasi secara selektif neuron yang dipilih, yang mengirimkan informasi penting antara periode dialog hippocampo-kortikal dan reorganisasi sirkuit kortikal, untuk membentuk ingatan jangka panjang.

SCIENCE | SCIENCE DAILY



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT